Kesehatan

Sains: Selama Berpuasa, Tubuh Justru Bekerja Lebih Sehat

NU Online  ·  Selasa, 24 Februari 2026 | 20:00 WIB

Sains: Selama Berpuasa, Tubuh Justru Bekerja Lebih Sehat

Gambar hanya sebagai ilustrasi. (Foto: freepik)

Rasa lapar saat berpuasa kerap dianggap hanya sebagai hal biasa. Padahal jika ditelisik lebih dalam, ada peristiwa luar biasa yang terjadi tepat saat perut mulai keroncongan. Para ilmuwan sains menyebutnya sebagai metabolic switching.


Metabolic switching adalah kondisi tubuh yang secara otomatis mengganti haluan sumber energi utamanya. Jika sebelumnya tubuh manusia bergantung pada glukosa yang didapat dari makanan, maka saat berpuasa belasan jam, stok gula di dalam tubuh akan habis.


Pada titik ini, tubuh melakukan pindah jalur dengan membongkar kembali cadangan lemak untuk diubah menjadi energi. Simpelnya, tubuh berhenti menggunakan bahan bakar harian atau makanan yang baru masuk, dan mulai menggunakan bahan bakar cadangan, yaitu berupa lemak dalam tubuh. Hal ini merupakan proses penting bagi siapa pun yang ingin menurunkan berat badan secara sehat selama bulan Ramadhan.


Sains mengungkapkan bahwa tubuh manusia memiliki dua mode energi, yaitu mode glukosa (gula) dan mode keton (lemak). Mode glukosa berfungsi sebagai penyedia energi instan dari karbohidrat, sedangkan mode keton berfungsi sebagai energi alternatif yang jauh lebih efisien dan bersih, yang diambil dari pemecahan lemak tubuh saat kita tidak makan.


Saat mulai berpuasa setelah sahur, tubuh berada dalam fase absorptif atau fase menyerap nutrisi sahur. Baru setelah 6-8 jam, kadar glukosa darah mulai menurun dan tubuh beralih menggunakan cadangan glikogen.


Cadangan glikogen adalah tabungan gula darah yang disimpan tubuh di dalam hati dan otot. Proses peralihan inilah yang disebut oleh Valter Longo dan Mark Mattson dalam jurnal Cell Metabolism (2014) sebagai awal dari metabolic switching.


Saat durasi puasa melewati 12 jam, tubuh berhenti menggunakan energi dari luar dan mulai memanen lemak di perut sebagai sumber tenaga utama kita sampai waktu berbuka.


Masih merujuk pada temuan Longo dan Mattson (2014), pada titik ini kadar Insulin (hormon yang bertugas menyimpan lemak) berada di tingkat terendah. Sebaliknya, dua hormon yang menjadi pengendali energi tubuh manusia, yaitu glukagon dan epinefrin, justru meningkat.
Kedua hormon ini bekerja bahu-membahu saat perut kita kosong.


Jika Insulin bertugas menabung makanan, maka dua hormon tersebut tugasnya membongkar simpanan tersebut agar kita tetap bisa beraktivitas. Perubahan hormon ini memicu proses yang namanya lipolisis.


Mattson (2018) dalam jurnal Free Radical Biology and Medicine menjelaskan, lipolisis yaitu proses penghancuran atau pemecahan sel lemak di dalam tubuh untuk diubah menjadi energi. Pada momen ini, diet benar-benar bekerja, tubuh mulai mereduksi atau mengikis tabungan lemak lama yang ada dalam tubuh manusia.


Setelah melewati jam ke-14, tubuh mulai mengaktifkan sistem pertahanan tingkat lanjut yang disebut Autofagi. Autofagi adalah daur ulang sel-sel tubuh yang rusak.


Noboru Mizushima dan Masaaki Komatsu dalam jurnal Cell (2011) menemukan bahwa saat seseorang berpuasa atau kekurangan nutrisi dari luar, sel-sel tubuhnya tidak tinggal diam. Karena tidak ada kiriman barang baru, sel-sel ini berubah jadi tim pembersihan dan perbaikan.


Sayangnya, perjuangan tubuh yang sudah puasa energi selama kurang lebih 14 jam, sering kali rusak hanya dalam hitungan menit gara-gara cara berbuka yang salah. Bayangkan, ketika sel tubuh sedang bersih-bersih atau autofagi dan membakar lemak, tiba-tiba dihantam dengan segelas es sirup atau takjil yang manisnya berlebihan.


Seketika itu, hormon insulin akan melonjak drastis dan langsung menghentikan semua proses perbaikan secara besar-besaran yang sedang berjalan tadi.


Efeknya jadi tidak enak di badan, setelah gula darah naik seketika, ia akan anjlok drastis kembali dengan cepat atau yang biasa disebut sugar crash. Inilah alasan timbul rasa kantuk yang berat, lemas, dan malas gerak setelah berbuka puasa. Padahal kuncinya hanya satu, berbukalah secara bertahap. Berikan kesempatan tubuh untuk pelan-pelan menikmati sehat yang sudah ditabung selama seharian.

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang