Istighotsah KH Hasyim Asy’ari Warnai Haul Gus Dur di Pringsewu, Begini Cara Membacanya
NU Online · Sabtu, 1 Januari 2022 | 12:00 WIB
Muhammad Faizin
Kontributor
Pringsewu, NU Online Lampung
Menutup akhir tahun 2021 sekaligus menyongsong tahun 2022, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pringsewu, Lampung menggelar acara Haul Gus Dur Ke-12 sekaligus refleksi akhir tahun perjalanan Nahdlatul Ulama setempat. Kegiatan yang dilaksanakan di aula Gedung PCNU Pringsewu pada Jumat (31/12/2021) ini diwarnai dengan pembacaan Istighotsah yang karya Pendiri Nahdlatul Ulama KH Hasyim Asy’ari.
Sebelum pembacaan dimulai, Muharrar, alumni Pesantren Tebuireng yang mengimami istighotsah sekaligus telah mendapatkan ijazah amaliah ini menjelaskan, Istighotsah ini pernah diijazahkan pada peringatan harlah Pesantren Tebuireng ke-120 pada 25 Agustus 2019. Saat perhelatan Muktamar Ke-34 NU di Lampung kemarin, sang mu’jiz, yakni cucu KH M Hasyim Asy'ari yang bernama KH Fahmi Amrullah Hadziq, juga hadir ke Lampung untuk mengijazahkan amalan ini.
“Istighotsah ini tidak terlalu panjang dan ada beberapa kaifiyah khusus cara mengamalkannya,” katanya tentang istighotsah yang berupa kumpulan kalimat-kalimat thayyibah yang bisa menjadi wirid rutin ini.
Berikut Istighotsah KH Hasyim Asy’ari dan beberapa catatan kaifiyah (cara) mengamalkannya:
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
أَسْمَاءُ الْحُسْنَى
(Membaca Asmaul Husna 1 kali. Cara membacanya yakni di-washal-kan atau terus menerus. Jika berhenti di salah satu asma, maka diulang asma terakhir tersebut kemudian dilanjutkan dengan asma selanjutnya. Bacaan asmaul husna diawali dengan: نسألك يامن هو الله الذي لا اله الا هو)
الَّذِيْ لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ وَهُوَ السَّمِيعُ الْبَصِير الَّذِيْ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ وَلَمْ يَكُنْ لَّهٗ كُفُوًا اَحَدٌ
(dibaca 1 kali)
أَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ الْعَظِيْمَ الَّذِيْ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ
(dibaca 3 kali)
لَاإِلَهَ إِلَّا اللّٰهُ الْمَلِكُ الْقُدُّوْسُ
(dibaca 11 kali)
يَا أَللّٰهُ يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ، يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ
(dibaca 11 kali)
بِسْمِ اللّٰهِ بِعَوْنِ اللّٰهِ، اللّٰهُ يَا حَفِيْظُ
(dibaca 11 kali)
إِلٰهَنَا يَا سَيِّدَنَا أَنْتَ مَوْلَنَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِيْنَ
(dibaca 11 kali)
إِلٰهَنَا يَا سَيِّدَنَا أَنْتَ مَوْلَنَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الظَّالِمِيْنَ
(dibaca 11 kali)
إِلٰهَنَا يَا سَيِّدَنَا أَنْتَ مَوْلَنَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْمُنَافِقِيْنَ
(dibaca 11 kali)
يَا حَنَّانُ، يَا مَنَّانُ، يَا دَيَّانُ
(dibaca 9 kali)
السَّلَامُ عَلَيْكُمْ يَا رِجَالَ الْغَيْبِ، يَا أَيُّهَا الْأَرْوَاحُ الْمُقَدَّسَةُ، أَغِيْثُوْنِيْ بِالْغَوْثَةِ، وَانْظُرْنِيْ بِالنَّظَرَةِ، يَا رُقَبَاءُ، يَا نُقَبَاءُ، يَا نُجَبَاءُ، يَا أَبْدَلُ يَا أَوْتَادُ، يَا غَوْثُ، يَا قُطُبُ، أَغِيْثُوْنِيْ باِلْغَوْثَةِ بِحَقِّ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
(dibaca 3 kali. Saat sampai kata يَا رُقَبَاءُ sampai dengan يَا قُطُبُ intonasi suaranya dinaikkan seolah-olah sedang memanggil seseorang)
يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ، يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ، يَا أَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ، بَلِّغْ عَلَى الْمُسْلِمِيْنَ
(dibaca 3 kali)
(Muhammad Faizin)
Terpopuler
1
Ketum PBNU Gus Kikin Imbau Warga Tidak Terprovokasi Kasus Pembakaran Warung Mi di Sukoharjo
2
Pelantikan PCNU Bekasi 2026–2031, Ketua PBNU Puji Raharjo Ingatkan Qanun Asasi untuk Penguatan Organisasi
3
Innalillahi, Penyusun Syair Asmaul Husna KH Amjad Al Hafidz Wafat
4
Banjir di Aceh Utara, Ansor Desak Pemerintah Tingkatkan Kesiapsiagaan
5
Kukuhkan Majelis Masyayikh 2026-2031, Menag Tekankan Peningkatan Mutu Pendidikan Pesantren
6
Innalillahi, Ketua Pertama Lakpesdam NU Abdullah Syarwani Meninggal Dunia
Terkini
Lihat Semua