Lampung

Rais Syuriyah PWNU Lampung: Lailatul Ijtima Forum Perpaduan Dimensi Spiritual dan Intelektual

NU Online  ·  Ahad, 11 Januari 2026 | 10:00 WIB

Rais Syuriyah PWNU Lampung: Lailatul Ijtima Forum Perpaduan Dimensi Spiritual dan Intelektual

Pertemuan Syuriyah NU se-Provinsi Lampung yang digelar di Pondok Pesantren Al Falah Sumbermulya, Pulau Panggung, Kabupaten Tanggamus, Sabtu (10/01/2026). (Foto: Istimewa)

Tanggamus, Lampung NU Online

Rais Syuriyah PWNU Lampung KH Shodiqul Amin mengingatkan pentingnya Lailatul Ijtima sebagai salah satu tradisi dan forum strategis dalam Nahdlatul Ulama.


Menurutnya, Nahdlatul Ulama (NU) sebagai organisasi keagamaan terbesar di Indonesia tidak hanya dikenal melalui peran sosial dan kebangsaannya, tetapi juga melalui tradisi keilmuan dan spiritual yang terus dirawat secara konsisten. Salah satu tradisi penting yang hidup dan berkembang di lingkungan NU adalah Lailatul Ijtima. 


Kegiatan ini, menurutnya, bukan sekadar pertemuan rutin, melainkan wadah strategis untuk memperkuat ukhuwah, konsolidasi organisasi, serta penguatan nilai-nilai keislaman Ahlussunnah wal Jamaah an-Nahdliyah.


Dalam tradisi NU, Lailatul Ijtima dimaknai sebagai forum berkumpulnya para pengurus, ulama, kiai, dan warga nahdliyin untuk bermusyawarah, berdzikir, bershalawat, serta membahas berbagai persoalan keumatan dan keorganisasian. Kegiatan ini biasanya diisi dengan pembacaan tahlil, istighatsah, mauidzah hasanah, serta dialog keagamaan dan sosial.


“Hakikat Lailatul Ijtima terletak pada perpaduan antara dimensi spiritual dan intelektual. Di satu sisi, Lailatul Ijtima menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah swt, di sisi lain, menjadi ruang berpikir kolektif dalam merespons dinamika umat dan bangsa,” ungkapnya di sela-sela pertemuan Syuriyah NU se-Provinsi Lampung yang digelar di Pondok Pesantren Al Falah Sumbermulya, Pulau Panggung, Kabupaten Tanggamus, Sabtu (10/01/2026).


Lailatul Ijtima memiliki peran penting dalam memperkuat ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah insaniyah. Pertemuan rutin ini menjadi media silaturahmi yang efektif antar pengurus dan warga NU lintas generasi. 


“Melalui kebersamaan yang dibangun secara istiqamah, soliditas jam’iyyah NU semakin kokoh dan rasa memiliki terhadap organisasi terus tumbuh,” ungkapnya.


Dalam konteks keorganisasian, Lailatul Ijtima menurutnya juga berfungsi sebagai sarana konsolidasi. Informasi, kebijakan, dan program NU dapat disampaikan secara langsung, sekaligus menjadi ruang evaluasi dan penguatan komitmen bersama.


Selengkapnya klik di sini.

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang