Fatayat NU Lampung Perkuat Perlindungan Anak dan Perempuan, Cegah Tingginya Kekerasan
NU Online · Rabu, 7 Januari 2026 | 07:00 WIB
Bandar Lampung, NU Online Lampung
Pimpinan Wilayah (PW) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Provinsi Lampung menggelar kegiatan bertajuk Penguatan Lembaga Konsultasi Pemberdayaan dan Perlindungan Perempuan dan Anak (LKP3A) se-Provinsi Lampung di Balai Keratun, Kompleks Kantor Pemerintahan Provinsi Lampung, Ahad (4/1/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat kapasitas kelembagaan dan komitmen kolektif terhadap isu perlindungan perempuan dan anak.
Ketua PW Fatayat NU Lampung, Wirdayati mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari gerakan nyata Fatayat NU dalam menjawab tantangan sosial yang semakin mendesak.
“Fatayat NU memiliki tanggung jawab moral dan sosial untuk hadir sebagai pelindung dan penggerak perubahan melalui tujuh bidang gerakan termasuk dakwah dan hukum,” ujarnya.
Ia berkomitmen untuk terus memperkuat sistem pendampingan yang responsif dan juga mengedepankan perspektif korban yang secara berkelanjutan.
“Angka kekerasan terhadap perempuan dan anak di Lampung masih tergolong tinggi dan ini menjadi alarm bagi kita semua untuk bergerak lebih cepat dan lebih terstruktur,” katanya.
Wirdayati menyampaikan, LKP3A harus menjadi garda terdepan dalam memberikan layanan yang inklusif dan aman bagi korban, serta menjadi ruang pemulihan yang mampu mengembalikan martabat dan harapan.
Ia berharap, kegiatan ini menjadi titik tolak penguatan sistem perlindungan perempuan dan anak yang lebih inklusif, responsif, dan berkeadilan.
Dalam kegiatan ini menghadirkan Ketua LKP3A PP Fatayat NU, Khalilah yang dalam kesempatan ini menyampaikan mengenai urgensi penguatan kapasitas dan soliditas kelembagaan LKP3A di seluruh wilayah.
“Para peserta harus dapat memanfaatkan energi dan semangat hari ini untuk memperkuat LKP3A sebagai lembaga yang memberikan konsultasi serta menjadi rumah aman, tempat pemulihan, dan ruang advokasi bagi korban kekerasan,” ungkapnya.
Ia juga mengatakan, idealnya pelatihan seperti ini berlangsung selama tiga hari agar materi dapat diserap secara maksimal. Namun, karena keterbatasan waktu dikemas dalam satu hari dengan materi yang padat dan berbobot.
Pemerintah Provinsi Lampung melalui Kepala Bidang Pemenuhan Hak Perempuan dan Anak (PHPA), Fitri Agustin menyampaikan apresiasi atas inisiatif dan konsistensi Fatayat NU dalam isu perlindungan perempuan dan anak. “Peran Fatayat NU sangat aktif dan terus hadir dalam isu-isu strategis kemanusiaan,” katanya.
Selengkapnya klik di sini.
Terpopuler
1
PBNU Tegaskan Aliansi yang Mengatasnamakan Angkatan Muda NU Bukan Bagian dari Organisasi NU
2
Khutbah Jumat: Rajab, Bulan Islah dan Perdamaian
3
Ketum PBNU Respons Penetapan Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas sebagai Tersangka Korupsi Kuota Haji
4
Nyai Ainiyah Yusuf, Cahaya di Pesantren Mambaus Sholihin Gresik
5
Khutbah Jumat: Rezeki yang Halal Menjadi Penyebab Hidup Tenang
6
PWNU Aceh Dukung Pendataan Rumah Terdampak Banjir, Warga Diminta Melapor hingga 15 Januari
Terkini
Lihat Semua