Nuriel Shiami Indiraphasa
Kontributor
Jakarta, NU ONline
Selama Ramadhan, orang lanjut usia (lansia) tetap diperbolehkan berpuasa. Dalam hal ini, Ketua Lembaga Kesehatan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LK PBNU) dr HM Zulfikar As’ad menerangkan bahwa sedikitnya terdapat 5 tips bagi lansia agar tetap bugar selama berpuasa di bulan Ramadhan.
Pertama, melakukan santap sahur dan memenuhi kebutuhan gizi. Penting bagi para lansia untuk melakukan santap sahur saat hendak berpuasa. Selain itu, lansia juga perlu memperhatikan kebutuhan gizi harian selama berpuasa. Hal ini karena di usia mereka cukup banyak beberapa perubahan fungsional salah satunya penurunan fungsi fisik.
“Menjaga sahur dengan baik. Apalagi bagi orang lansia, sahur ini sangat penting,” kata Gus Ufik, sapaan karibnya saat dihubungi NU Online, Ahad (10/4/2022) malam.
“Makan sayur, buah, protein, ini harus cukup karena puasa berarti tidak makan,” imbuhnya.
Kedua, memenuhi kebutuhan cairan. Memenuhi kebutuhan cairan harian menjadi sangat penting bagi lansia agar terhindar dari dehidrasi. Ia menerangkan bahwa dalam sehari seseorang dapat memenuhi kebutuhan cairan tubuh dengan mengonsumsi 2 liter air.
Ketiga, memenuhi waktu tidur. Selain dapat menurunkan kebugaran tubuh, kurang tidur juga dapat menggangu aktivitas seseorang. Gus Ufik mengatakan, bulan Ramadhan haruslah diisi dengan melakukan beragam aktivitas positif. Hal tersebut akan terganggu apabila seseorang tidak memenuhi waktu tidur.
“Jangan sampai sudah puasa, tidurnya kurang. Ini akan banyak mengganggu nikmat puasa itu sendiri,” terang putra Almaghfurlah KH As’ad Umar Jombang itu.
Keempat, tetap beraktivitas. Sebaliknya dari kekurangan tidur, Gus Ufik menegaskan bahwa terlalu banyak tidur juga tidak baik bagi lansia selama berpuasa. Untuk itu, disarankan tetap melakukan aktivitas harian dan berolahraga ringan.
“Jalan-jalan kecil, gerak. Karena kalau semakin banyak tidur tidak enak juga di tubuh. Tetap beraktivitas di pagi hari atau sore menjelang berbuka, ini waktu yang kita anjurkan,” paparnya.
Kelima, melakukan pemeriksaan gula darah secara rutin. Melakukan tes gula darah secara rutin dapat mengidentifikasi tinggi rendahnya kadar gula darah dalam tubuh. Hal ini menjadi penting karena tinggi rendahnya nilai gula darah dalam tubuh merupakan salah satu parameter kesehatan.
“Kita anjurkan untuk cek gula darah, karena kita khawatir terasa sehat-sehat saja, tetapi ketika gula darah di atas normal itu akan berbahaya bagi tubuh,” ungkap Gus Ufik.
Kontributor: Nuriel Shiami Indiraphasa
Editor: Musthofa Asrori
Terpopuler
1
PBNU Terima Kasih kepada Ploso, Minta Doa Kiai Huda untuk Munas-Konbes 2026
2
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Gubernur BI Siapkan Dua Langkah Penguatan
3
Imbas Rupiah Melemah, Menkeu Sebut Pedagang Tahu dan Tempe Mulai Tertekan
4
Kasus Suap Izin Tinggal WNA, Citra Indonesia Tercoreng di Mata Dunia
5
NU Abad Kedua: Masihkah Kita Berani Berpikir Melampaui Diri Sendiri?
6
Kiai Azaim Harap Kekerasan di Pesantren Masuk Materi Munas-Konbes hingga Muktamar ke-35 NU
Terkini
Lihat Semua