Nasional

50 Persen Jamaah Haji 2026 Terapkan Skema Murur

NU Online  Ā·  Rabu, 8 April 2026 | 17:00 WIB

50 Persen Jamaah Haji 2026 Terapkan Skema Murur

Ilustrasi: jamaah haji tahun 2025 lalu. (Foto: NU Online)

Jakarta, NU Online

Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf (Gus Irfan), menyampaikan bahwa sekitar 50 persen jamaah calon haji Indonesia akan mengikuti skema murur sebagai upaya strategis untuk mengurangi kepadatan pada fase puncak ibadah haji.


Kebijakan ini merupakan respons atas tingginya mobilitas jemaah di Muzdalifah yang selama ini menjadi titik krusial dan rawan, sehingga diperlukan penanganan khusus guna meminimalkan risiko keselamatan.


ā€œJamaah murur akan diambil dari setiap kloter dengan jumlah sebanyak 100.930 orang atau sekitar 50 persen dari total kuota jamaah haji reguler,ā€ ujar Gus Irfan saat rapat kerja bersama Komisi VIII DPR RI di Jakarta, Rabu (8/4/2026).


Ia menjelaskan, murur merupakan skema pergerakan jemaah dari Arafah menuju Mina dengan melintas di Muzdalifah menggunakan bus tanpa turun dari kendaraan. Kebijakan ini merupakan bentuk keringanan (rukhsah) yang bertujuan menjaga keselamatan jiwa jamaah di tengah kepadatan ekstrem.


Selain murur, pemerintah juga menerapkan program tanazul di Mina, yakni fasilitas bagi jemaah untuk tidak menginap di tenda Mina dan kembali ke hotel di Makkah. Program ini akan diikuti oleh 76.412 jemaah dari 196 kloter, khususnya yang tinggal di wilayah Syisyah, Raudhah, dan Aziziyah.


Gus Irfan menegaskan, kedua kebijakan tersebut merupakan bagian dari transformasi layanan haji yang tidak hanya berfokus pada pemenuhan aspek ibadah, tetapi juga pada manajemen risiko dan perlindungan jamaah secara menyeluruh.


ā€œKebijakan ini merupakan perwujudan prinsip menjaga keselamatan jiwa serta implementasi konsep kemudahan atau rukhsah dalam menghadapi kepadatan ekstrem,ā€ katanya.


Dalam pelaksanaannya, skema murur akan menggunakan armada bus khusus dari masing-masing markaz dengan pengawalan petugas. Keberangkatan jemaah dilakukan secara bertahap mulai pukul 19.00 waktu Arab Saudi untuk zona 3 dan 4, disusul zona 5 menjelang tengah malam.


Sementara itu, Satgas Muzdalifah dan Mina akan memastikan kelancaran pergerakan jemaah hingga tiba di tenda masing-masing tanpa terjadi penumpukan di titik-titik krusial.

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang