Nasional

6.500 Banser Dikerahkan Jaga Keamanan Muktamar Ke-35 NU, Fokus di Ring 2 dan 3

NU Online  ·  Rabu, 26 Agustus 2026 | 15:20 WIB

6.500 Banser Dikerahkan Jaga Keamanan Muktamar Ke-35 NU, Fokus di Ring 2 dan 3

Apel Banser di kawasan Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas dalam rangka membantu menjaga keamanan Muktamar ke-35 NU, Rabu (26/8/2026). (Foto: NU Online/Nazlal Firdaus Kurniawan)

Jombang, NU Online 
Sebanyak 6.500 personel Barisan Ansor Serbaguna (Banser) dikerahkan untuk mendukung pengamanan Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.


Koordinator Lapangan Banser untuk pengamanan Muktamar Ke-35 NU, H Ahmad Syafi’i, mengatakan personel tersebut berasal dari berbagai wilayah di Jawa Timur serta sejumlah daerah terdekat, termasuk Jawa Tengah. Bahkan, satu bus personel dari Lampung telah tiba di lokasi tadi malam.


“Total terdata 6.500 personel yang kami libatkan. Mereka dari seluruh wilayah Jawa Timur dan wilayah terdekat seperti Jawa Tengah. Semalam juga sudah datang satu bus personel dari Lampung,” kata Syafi’i saat ditemui di Posko Satkornas Banser, yang berada di depan gerbang Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Rabu (26/8/2026).


Kepala Korps Provost Satkornas Banser itu menjelaskan, dalam skema pengamanan Muktamar, Banser ditempatkan di ring 2 dan ring 3. Sementara pengamanan ring 1 menjadi tanggung jawab panitia lokal melalui Satuan Inspeksi Tanggap Pengamanan (SIGAP) yang berasal dari lingkungan pesantren.


“Dari panitia lokal, ada permintaan panitia pusat agar Banser tidak berada di ring 1. Jadi kami berada di ring 2, seluruh personel berada di pintu-pintu luar,” ujarnya.


Selain ring 2, Banser juga ditempatkan di ring 3, khususnya di kawasan jalan raya untuk membantu kelancaran arus lalu lintas. Personel juga disebar di seluruh venue dan sejumlah tower di sekitar lokasi Muktamar.


Khusus untuk agenda pembukaan Muktamar pada Kamis (27/8/2026), sebanyak 300 personel Banser akan disiagakan. Pengamanan juga dilakukan di sejumlah titik yang menjadi akses kedatangan peserta, termasuk bandara, terminal bus, dan stasiun kereta api.


“Di bandara sudah kami siagakan 20 personel dalam tiga shift sejak kemarin. Kemudian di terminal bus dan stasiun kereta api juga ada personel. Beberapa tempat yang perlu dijaga sudah kami tempatkan personel,” jelas pria asal Tuban ini.


Syafi’i mengatakan Banser tetap berkomitmen mendukung kelancaran Muktamar meskipun tidak ditempatkan di ring 1. Bahkan, pihaknya menyiapkan 1.500 personel cadangan. 


“Walaupun tidak berada di ring 1, apabila ada kejadian tidak terduga di wilayah tersebut, apa pun yang terjadi tanggung jawab tetap berada pada Ansor, Banser, dan Pagar Nusa,” katanya.


Menurut dia, keberadaan personel cadangan tersebut menjadi bagian dari langkah antisipasi apabila sewaktu-waktu dibutuhkan untuk membantu pengamanan.


“Di sana ada dua tingkat bangunan. Jika terjadi apa-apa, kami sudah siap,” imbuhnya.


Namun, ia mengakui terdapat keterbatasan dalam penanganan situasi di dalam arena Muktamar. Sebab, personel Banser tidak dibekali akses atau tanda pengenal untuk memasuki ring 1.


“Kalau ada keramaian di dalam, kami tidak bisa masuk. Kami tidak dibekali ID card sehingga tidak bisa masuk. Jadi sampai sekarang kami hanya memantau dari luar arena Muktamar,” ungkapnya.


Pengamanan Dilakukan secara Mandiri

Syafi’i juga mengungkapkan sejumlah tantangan yang dihadapi Banser dalam mendukung pengamanan Muktamar. Salah satunya belum adanya rapat khusus antara panitia pusat dengan Banser untuk membahas skema pengamanan.


“Dari panitia pusat tidak ada satu pun yang pernah rapat dengan kami terkait keamanan,” ujarnya.


Selain itu, Banser juga menghadapi kendala dalam memperoleh akses dan ID card sebagai petugas pengamanan. Karena itu, sejumlah kebutuhan administrasi dan ID card untuk personel dicetak secara mandiri.


“Bagaimana kami memberikan penanganan keamanan agar betul-betul diakui oleh panitia, kami tidak mendapatkan akses yang kami harapkan. Sehingga ID card dan sebagainya kami cetak sendiri,” katanya.


Kebutuhan akomodasi, konsumsi, hingga berbagai perlengkapan pengamanan juga ditanggung secara mandiri oleh Banser.


“Untuk akomodasi, makan dan minum, semuanya mandiri. Tidak ada dari panitia, baik panitia pusat maupun panitia lokal,” ungkapnya.


Meski belum mendapatkan pelatihan khusus terkait pengamanan Muktamar dari panitia pusat, Syafi’i memastikan personel Banser telah memiliki kemampuan dan pengalaman dalam menjalankan tugas pengamanan.


“Pelatihan khusus penanganan keamanan Muktamar belum ada. Hanya dari panitia lokal melalui SIGAP. Tetapi kami sudah terlatih menangani keamanan,” jelasnya.


Ia menegaskan Banser tidak mempersoalkan posisi pengamanan yang diberikan. Menurutnya, tujuan utama pengerahan personel adalah membantu menyukseskan pelaksanaan Muktamar Ke-35 NU.


“Walaupun peranan utama bukan berada di Banser, kami tidak boleh masuk ke wilayah yang menjadi kewenangan ring 1. Itu kami terima. Yang terpenting tujuan kami adalah mengamankan dan mendukung suksesnya Muktamar,” tandasnya.


Kontributor: Nazlal Firdaus Kurniawan

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang