Nasional

Ada Ribuan Rumah Ibadah Siap Layani Pemudik 2026, Istirahat Jika Lelah dalam Perjalanan

NU Online  ·  Selasa, 10 Maret 2026 | 15:30 WIB

Ada Ribuan Rumah Ibadah Siap Layani Pemudik 2026, Istirahat Jika Lelah dalam Perjalanan

Salah satu masjid ramah pemudik di Situbondo, Jawa Timur pada 2025. (Foto: dok istimewa)

Jakarta, NU Online

Kementerian Agama mengimbau masyarakat agar tidak memaksakan diri saat melakukan perjalanan mudik ke kampung halaman pada momen Idulfitri 1447 H. Jika merasa lelah di perjalanan, pemudik dapat memanfaatkan ribuan rumah ibadah yang disiapkan sebagai tempat singgah selama arus mudik dan arus balik Lebaran 2026.


Kementerian Agama mencatat terdapat 6.859 masjid di seluruh Indonesia yang telah terdaftar dan menyatakan siap berpartisipasi dalam program tersebut. Selain itu, terdapat 44 rumah ibadah umat Buddha ramah pemudik yang tersebar di 11 provinsi, mulai dari Sumatera, Jawa, hingga Kepulauan Nusa Tenggara, serta di 32 kabupaten/kota.


Rumah-rumah ibadah yang berada di sepanjang jalur mudik nasional tersebut disiapkan menjadi tempat istirahat sementara bagi para pemudik yang menempuh perjalanan jarak jauh. Kehadiran rumah ibadah lintas agama ini diharapkan dapat memperkuat semangat gotong royong dan kepedulian sosial dalam melayani masyarakat selama musim mudik.


Kesiapan akhir program Rumah Ibadah Ramah Pemudik dibahas dalam rapat internal rutin Menteri Agama Nasaruddin Umar bersama jajaran pimpinan eselon Kementerian Agama di Kantor Kementerian Agama, Jakarta, Selasa (10/3/2026).


Menag menegaskan bahwa rumah-rumah ibadah yang berada di jalur mudik harus benar-benar siap melayani para pemudik selama periode perjalanan Lebaran.


“Kita ingin agar rumah-rumah ibadah lintas agama yang berada di jalur mudik benar-benar siap melayani para pemudik. Rumah ibadah tersebut diharapkan dapat dibuka selama 24 jam selama masa mudik, karena para pemudik datang silih berganti sepanjang waktu,” ujar Nasaruddin dilansir laman resmi Kemenag.


Menurutnya, kesiapan layanan juga perlu disertai pengaturan petugas yang berjaga agar keamanan dan kenyamanan pemudik tetap terjaga.


“Perlu ada petugas yang berjaga agar keamanan tetap terjamin. Jangan sampai jamaah yang beristirahat justru mengalami kehilangan barang atau hal-hal yang tidak diinginkan,” tegasnya.


Menag juga mendorong pengelola rumah ibadah untuk menyediakan fasilitas dasar bagi pemudik, terutama karena perjalanan mudik tahun ini berlangsung pada bulan Ramadhan.


“Jika memungkinkan, disediakan takjil atau makanan berbuka bagi para pemudik, serta minuman atau makanan sederhana untuk sahur. Ini bagian dari pelayanan kemanusiaan dan kepedulian sosial,” katanya.


Selain itu, ia meminta agar layanan yang diberikan benar-benar bersifat gratis dan tidak dimanfaatkan oleh oknum tertentu.


“Pelayanan ini sebaiknya gratis. Jangan sampai ada pihak yang memanfaatkan situasi dengan meminta bayaran kepada pemudik. Karena itu perlu koordinasi dengan aparat setempat agar layanan ini benar-benar bebas biaya,” ujarnya.


Menag juga mendorong masjid menyediakan fasilitas tambahan yang dapat membantu kenyamanan perjalanan pemudik.


“Jika memungkinkan, disediakan fasilitas pengisian daya telepon seluler, ruang khusus bagi ibu menyusui, serta layanan sederhana seperti tambal ban atau obat-obatan ringan. Bahkan bisa bekerja sama dengan puskesmas terdekat untuk layanan kesehatan dasar,” tambahnya.


Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Abu Rokhmad, menyampaikan bahwa program ini telah memberikan dampak positif pada musim mudik tahun sebelumnya.


“Pada 2025, program Masjid Ramah Pemudik dimanfaatkan sekitar 1,7 juta pemudik. Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan, tingkat fatalitas kecelakaan pemudik juga mengalami penurunan yang cukup signifikan. Salah satu faktor pendukungnya adalah keberadaan masjid yang menjadi tempat singgah bagi para pemudik, khususnya pengguna sepeda motor,” jelasnya.


Abu Rokhmad menambahkan bahwa pelaksanaan program tahun ini melibatkan kolaborasi lintas kementerian dan lembaga.


“Masjid-masjid dalam program ini berada di sepanjang jalur mudik nasional dan pelaksanaannya dilakukan melalui kolaborasi dengan Kementerian Perhubungan serta Kepolisian Republik Indonesia,” tandasnya.

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang