Kota Banjar, NU Online
Kendati pesantren sudah cukup peduli terhadap kebersihan lingkungan, namun kemampuan pesantren dalam mengelola sampah masih perlu ditingkatkan. Sebab dengan begitu, pesantren tidak sekadar mampu menjaga kebersihan, tapi dapat mengelola sekaligus bisa memanfaatkan sampah untuk kepentingan yang lain.
“Kami ingin santri bisa menjaga kebersihan sekaligus memanfaatkan sampah, dan yang penting juga bisa menjadi penggerak kebersihan masyarakat,” tutur Direktur Bank Sampah Nusantara Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim NU (BSN-LPBI NU), Fitri Ariyani kepada NU Online di sela-sela Ngaji Plastik di aula STAIMA Pesantren Miftahul Huda Al-Azhar Citangkolo, Kota Banjar, Jawa Barat, Selasa (26/2).
Dalam acara tersebut, Fitri memandu langsung para peserta mempraktikkan membuang sampah secara sehat. Di situ disediakan dua tong sampah, masing-masing untuk sampah organik dan non organik. Ternyata dalam praktik tersebut masih ada beberapa peserta yang keliru dalam memilah sampah.
“Yang namanya edukasi memang tidak satu kali, tapi kalau ini dikembangkan, santri akan lebih tanggap terhadap sampah,” lanjutnya.
Fitri menambahkan, sejauh ini pihaknya sudah memberikan edukasi tentang sampah terhadap 150 pesantren. Diharapkan, pesantren-pesantren itu tidak sekedar bersih diri, tapi juga bisa menularkan ilmunya ke masyarakat dan pesantren lain guna meningkatkan kebersihan lingkungan.
Acara yang digelar sebagai rangkaian memeriahkan Musyawarah Nasional dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Munas-Konbes NU) 2019 di Pesantren Miftahul Huda Al-Azhar Citangkolo, Kota Banjar, Jawa Barat tersebut, diikuti oleh 200 santri. Mereka berasal dari Kota Banjar dan sekitarnya, bahkan ada yang dari pesantren di Cilacap. (Aryudi AR)
Terpopuler
1
Muktamar ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus 2026, Penentuan Tuan Rumah Gunakan Empat Kriteria
2
KH Nurul Huda Djazuli: Saya Cinta NU, Saya Tak Ingin Melihat Pengurus Bertengkar, NU dan Pesantren Harus Menguatkan
3
Seruan 13 Kiai Sepuh tentang AHWA Jelang Pembukaan Munas dan Konbes NU 2026
4
Rais Aam PBNU Kembali Gunakan Bahasa Arab dalam Khutbah Iftitah Munas-Konbes NU 2026
5
Ketum PBNU: Barokah Kiai Sepuh, Munas dan Konbes NU di Ploso Berjalan Sukses
6
Sidang Pleno II Munas-Konbes, Ketum PBNU Sebut Pelatihan Kader NU Jadi Fondasi Meritokrasi
Terkini
Lihat Semua