Baca Doa Berikut Ketika Mengantar Calon Jamaah Haji
NU Online · Rabu, 30 April 2025 | 10:00 WIB
Jakarta, NU Online
Calon jamaah haji 1446 H asal Indonesia kloter pertama akan memasuki asrama haji pada awal Mei 2025 esok. Mereka rencananya akan diterbangkan ke tanah suci mulai Jumat (2/5/2025) lusa.
Biasanya, keluarga dan kerabat calon jamaah haji turut melepas dan mengantarkan keberangkatan mereka. Dalam upaya tersebut, hendaknya orang-orang yang mengantar juga mengiringi keberangkatan itu dengan memanjatkan doa untuk calon jamaah haji tersebut. Hal demikian demi kelancaran ibadah dan kepulangan mereka kembali ke tanah air dengan selamat.
Baca Juga
Doa Melepas Keberangkatan Jamaah Haji
Adapun doa yang bisa dipanjatkan untuk mengantar keberangkatan calon jamaah haji adalah di bawah ini, sebagaimana ditulis Ustadz Alhafiz Kurniawan, Wakil Sekretaris Lembaga Bahtsul Masail Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LBM PBNU), dalam artikelnya berjudul Doa Melepas Keberangkatan Jamaah Haji.
زَوَّدَكَ اللهُ التَّقْوَى وَغَفَرَ ذَنْبَكَ وَيَسَّرَ لَكَ الخَيْرَ حَيْثُمَا كُنْتَ
Zawwadakallâhut taqwâ, wa ghafara dzanbaka, wa yassara lakal khaira haitsumâ kunta.
Artinya, “Semoga Allah membekalimu dengan takwa, mengampuni dosamu, dan memudahkanmu dalam jalan kebaikan di mana pun kau berada.”
"Lafal yang baik ini dapat digunakan oleh masyarakat untuk mendoakan jamaah haji dalam acara walimatus safar. Lafal ini juga dapat digunakan untuk mendoakan jamaah haji yang sudah berangkat," tulis Ustadz Alhafiz dikutip NU Online, Rabu (30/4/2025).
Ustadz Alhafiz menjelaskan bahwa doa tersebut diperoleh dari hadits Rasulullah saw saat melepas sahabatnya yang hendak bepergian jauh. "Doa ini dibaca oleh Nabi Muhammad saw ketika salah seorang sahabat Rasulullah saw menyatakan diri untuk mengadakan perjalanan jauh," terangnya.
Hadits tersebut diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi dari sahabat Anas RA berikut ini:
Artinya, “Diriwayatkan kepada kami pada Kitab At-Tirmidzi, dari Sahabat Anas RA. Ia bercerita bahwa seseorang mendatangi Rasulullah SAW, ‘Wahai Rasul, aku hendak berpergian. Karenanya, berikanlah aku bekal,’ kata sahabat tersebut. ‘Zawwadakallâhut taqwâ,’ kata Rasulullah SAW. ‘Tambahkan lagi ya Rasul,’ kata sahabat itu. ‘Wa ghafara dzanbaka,’ kata Rasulullah SAW. ‘Tambahkan lagi ya Rasul,’ kata sahabat itu. ‘Wa yassara lakal khaira haitsumâ kunta,’ jawab Rasulullah SAW. Imam At-Tirmidzi mengatakan bahwa kualitas hadits ini hasan,”.
Terpopuler
1
Ketum PBNU Respons Penetapan Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas sebagai Tersangka Korupsi Kuota Haji
2
Setahun Berjalan, JPPI Nilai Program MBG Berhasil Perburuk Kualitas Pendidikan
3
Laras Faizati Tolak Replik Jaksa karena Tak Berdasar Fakta, Harap Hakim Jatuhkan Vonis Bebas
4
Bolehkah Janda Menikah Tanpa Wali? Ini Penjelasan Ulama Fiqih
5
Langgar Hukum Internasional, Penculikan Presiden Venezuela oleh AS Jadi Ancaman Tatanan Global
6
Gus Mus: Umat Islam Bertanggung Jawab atas Baik Buruknya Indonesia
Terkini
Lihat Semua