Lesbumi PBNU Tegaskan Pendirian NKRI Ijtihad Besar Para Ulama
NU Online · Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:00 WIB
Jombang, NU Online
Ketua Lembaga Seniman dan Budayawan Muslimin Indonesia (Lesbumi) Nahdlatul Ulama, KH Jadul Maula, menegaskan bahwa berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tidak dapat dipisahkan dari ijtihad besar para ulama. Hal tersebut ia sampaikan dalam Muktamar Kebudayaan Indonesia Lesbumi NU di Universitas KH A Wahab Hasbullah (UNWAHA), Sabtu (13/6/2026).
Menurutnya, para ulama memiliki kontribusi fundamental dalam proses pendirian bangsa. Baginya, keputusan mendirikan Indonesia bukan sekadar langkah politik, melainkan bagian dari tanggung jawab keagamaan.
“Para ulama itu ikut berpartisipasi besar mendirikan negara. Mereka memiliki ijtihad yang sangat berani. Mendirikan Indonesia adalah bagian dari agama,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa atas dasar ijtihad tersebut, membela negara menjadi bagian dari pengabdian yang bernilai tinggi. Bahkan, menurutnya, siapa pun yang gugur dalam mempertahankan negara dapat dikategorikan sebagai syahid.
“Siapa yang mati membela negara adalah syahid. Sebab negara ini didirikan sebagai jalan untuk menjaga kehidupan beragama,” tegasnya.
Ia menekankan bahwa negara dalam pandangan ulama bukanlah tujuan akhir, melainkan wasilah atau sarana untuk mewujudkan tujuan-tujuan agama. Karena itu, pengorbanan ulama dalam mendirikan Indonesia dilandasi oleh visi besar menjaga kemaslahatan umat.
Namun demikian, ia mengingatkan bahwa keberadaan negara harus terus dikawal agar tidak melenceng dari cita-cita awal yang telah diperjuangkan.
Menurutnya, jika negara yang dahulu diperjuangkan dengan fatwa ulama justru berubah menjadi zalim, maka hal itu menjadi persoalan serius yang perlu dipikirkan bersama.
“Kalau negara yang dipertahankan atas dasar fatwa itu justru menjadi negara yang zalim, maka pertanyaannya, apakah negara ini masih bertahan sesuai cita-citanya?” katanya.
Melalui pandangan tersebut, ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk kembali merefleksikan Indonesia antara cita dan realitas, serta memastikan negara tetap berjalan di atas prinsip keadilan, kemanusiaan, dan kemaslahatan bersama.
Kontributor: Achmad Subakti
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Peran Masyarakat, Pemerintah dan Keluarga dalam Menciptakan Lingkungan Bebas Perundungan
2
Khutbah Jumat: Pentingnya Menjaga Privasi Anak di Media Sosial
3
Gus Kikin Kenang Perjuangan Nyai Machfudhoh Aly Ubaid untuk NU
4
Kemenkes Tetapkan Tarif Cek Kesehatan Jamaah Haji, Tertinggi Rp1,3 Juta
5
Syekh Yusuf al-Makassari: Sufi Nusantara yang Ubah Dzikir Jadi Gerakan Pembebasan
6
Subsidi Haji dari APBN, MUI: Tak Pengaruhi Keabsahan Ibadah
Terkini
Lihat Semua