Nasional

Bedah Buku Syarah Pemikiran Gus Yahya, Ketua PBNU Paparkan Arah Perubahan NU dan Pesantren

NU Online  ·  Ahad, 4 Januari 2026 | 08:00 WIB

Bedah Buku Syarah Pemikiran Gus Yahya, Ketua PBNU Paparkan Arah Perubahan NU dan Pesantren

Aswaja NU Center PCNU Kabupaten Jepara menggelar Bedah Buku Part 2 bertajuk Menavigasi Perubahan NU dan Pesantren; Syarah Pemikiran Gus Yahya.

Jepara, NU Online

Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Rumadi Ahmad memaparkan arah perubahan Nahdlatul Ulama dan pesantren dalam kegiatan Bedah Buku Menavigasi Perubahan NU dan Pesantren: Syarah Pemikiran Gus Yahya yang digelar di Kabupaten Jepara, Selasa (30/12/2025).


Ia menegaskan bahwa perubahan di tubuh NU dan pesantren merupakan keniscayaan yang harus dijalankan dengan arah yang jelas dan terukur.


Rumadi menjadi inisiator penerbitan buku itu. Ia menjelaskan bahwa gagasan penulisan buku berawal dari diskusinya bersama Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf. Diskusi tersebut membahas keberlanjutan program-program NU setelah masa khidmah kepengurusan berakhir.


“Dari diskusi kecil itu muncul kesadaran bahwa ada program yang berlanjut dan ada yang berhenti. Program yang bisa terus berjalan adalah program yang bersifat sistemik dan melembaga,” jelasnya, sebagaimana dikutip NU Online Jateng.


Berangkat dari kesadaran itu, gagasan-gagasan besar Gus Yahya perlu didokumentasikan dan dipublikasikan agar dapat dipahami serta dikritisi secara lebih luas oleh warga NU dan masyarakat.


Buku setebal 338 halaman yang diterbitkan Islami Digital Indonesia pada 2025 itu merupakan syarah pemikiran Gus Yahya yang ditulis oleh 10 penulis dari beragam perspektif. Di antaranya Ahmad Suaedy serta sejumlah intelektual NU lainnya.


Buku ini mengulas sejumlah tulisan Gus Yahya, antara lain Renungan Akhir Tahun 2024, Konsolidasi Sebuah Keharusan Bagi NU, serta Peta Masalah Dunia Pesantren.


Dalam pembahasan mengenai konsolidasi NU, Rumadi menjelaskan bahwa Gus Yahya menawarkan tiga kerangka konsolidasi yang disebut sebagai tiga matra.


Pertama, konsolidasi tata kelola untuk memastikan organisasi NU dikelola secara sistematis, tertib, dan berbasis prinsip yang jelas.


Kedua, konsolidasi sumber daya manusia dan pembiayaan guna meningkatkan kapasitas organisasi.


Ketiga, konsolidasi agenda agar seluruh kegiatan NU memiliki arah yang selaras dan terkoordinasi.


Sementara itu, dalam tulisan tentang peta masalah dunia pesantren, dibahas berbagai tantangan pesantren dalam beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan jati diri dan nilai-nilai keaswajaan.


Rumadi juga menegaskan bahwa perubahan tidak selalu mudah, namun tidak dapat dihindari.


"Perubahan NU dan pesantren harus jelas arahnya,” tandasnya.


Baca selengkapnya di sini

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang