Bukan Bahas Politik, Ini Isi Obrolan Singkat Prabowo dan Gus Nabil di Muktamar
NU Online · Sabtu, 29 Agustus 2026 | 04:00 WIB
Jombang, NU Online
Video keakraban antara Presiden Prabowo Subianto dan Ketua Umum Pagar Nusa M Nabil Haroen, mendadak viral di media sosial. Momen tersebut terjadi tepat seusai pembukaan Muktamar ke-35 NU. Banyak pihak penasaran dengan latar belakang kedekatan dan interaksi hangat kedua tokoh tersebut.
Gus Nabil Harun, Ketum Pagar Nusa, memberikan tanggapan santai mengenai hal itu. Ia mengaku sudah cukup lama mengenal dan berinteraksi secara intens dengan Presiden Prabowo. Keduanya pernah berada dalam satu organisasi kepengurusan olahraga pencak silat nasional beberapa waktu lalu.
Pihaknya mengungkapkan, hubungan baik itu terjalin erat karena mereka pernah memimpin Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia bersama-sama. Gus Nabil pernah menjabat sebagai wakil ketua umum, sedangkan Prabowo bertindak sebagai ketua umum. Pengalaman organisasi itu membentuk komunikasi yang baik dan berkelanjutan hingga saat ini.
Selain itu, Gus Nabil juga memegang amanah sebagai pimpinan pusat salah satu Banom NU di unsur pencak silat. Kesamaan latar belakang di dunia ini memperkuat komitmen mereka pada olah raga dan kebangsaan. Menurutnya, sapaan hangat di arena Muktamar itu cerminan keakraban lama yang terjalin tulus.
"Sekarang saya juga mendapat amanah sebagai ketua umum Pagar Nusa. Kalau kita tarik benang merahnya, kami sama-sama bergerak dalam pencak silat dan sama-sama memiliki komitmen terhadap Pancasila, persatuan," tandasnya, Jumat (28/8/2026).
Terkait isi pertemuan, Gus Nabil menegaskan tidak ada obrolan khusus atau pembahasan politik praktis. Situasi yang sangat singkat membuat Presiden Prabowo hanya sekadar menyapa dan memberikan semangat. Tidak ada intervensi atau pembicaraan mengenai dinamika internal Muktamar NU ke-35.
"Beliau hanya menyapa dan memberikan semangat. Jadi, tidak ada pembicaraan khusus mengenai proses ataupun dinamika internal Muktamar. Dan saya kira memang seharusnya," ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa pemerintah tetap diposisikan sebagai mitra strategis dalam berbangsa dan bernegara. Urusan internal organisasi sepenuhnya diserahkan kepada mekanisme dan tradisi warga Nahdliyin. Pemerintah dan NU berjalan berdampingan tanpa saling mencampuri urusan rumah tangga masing-masing.
Selain momen keakraban, Gus Nabil menyoroti pidato Presiden yang memberikan penghormatan khusus kepada para kiai kampung. Pemerintah dinilai sangat menghargai peran ulama akar rumput yang merawat akhlak generasi muda tanpa sorotan media.Â
"Bagi saya, pernyataan itu menunjukkan penghargaan terhadap kekuatan NU yang sesungguhnya, yaitu jaringan kiai, pesantren, musala, dan masyarakat di akar rumput. Mereka bekerja dalam senyap, sering kali tanpa meminta apa pun kepada negara, tetapi kontribusinya sangat besar bagi bangsa," imbuhnya.
Pada momen ini, pihaknya berharap, Muktamar ini menjadi ajang kembali kepada ruh ketulusan khidmah para ulama nusantara. Kebesaran Nahdlatul Ulama berpijak pada keikhlasan para kiai di surau-surau dan pesantren pelosok desa. Seluruh kader berkomitmen menjaga marwah jam'iyyah demi kemaslahatan umat dan kemajuan negara.
Kontributor: Syaiful Chabib
Terpopuler
1
Para Kiai Sepuh Sarankan Presiden Prabowo Tindak Tegas Pejabat yang Ikut Campur Muktamar Ke-35 NU
2
Muktamar Ke-35 NU Dibuka Kamis 27 Agustus Pukul 15.00 WIB oleh Presiden Prabowo
3
Khutbah Jumat: Bulan Maulid, Kembali Membaca Sirah Nabawiyah untuk Diteladani
4
Dijual Setan Muktamar
5
Khutbah Jumat: Mengambil Teladan dari Model Kepemimpinan Nabi
6
Khutbah Jumat: Ketika Manusia Merusak Alam, Saatnya Meneladani Rasulullah Saw
Terkini
Lihat Semua