Data Hilal Penentuan Awal Bulan Ramadhan 1447 H
NU Online · Jumat, 6 Februari 2026 | 19:00 WIB
Muhammad Syakir NF
Penulis
Jakarta, NU Online
Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU) merilis data hilal penentuan awal bulan Ramadhan 1447 H. Data tersebut disampaikan dalam Informasi Hilal Awal Ramadhan 1447.
Data Falakiyah mengenai hilal 29 Sya'ban 1447 H yang bertepatan dengan Selasa Kliwon, 17 Februari 2026 M menunjukkan hilal masih di bawah ufuk.
Tinggi hilal terbesar terjadi di Kota Sabang, Provinsi Aceh dengan tinggi hilal mar’ie
-1 derajat 41 menit. Sementara ketinggian hilal terkecil terjadi di Jayapura, Provinsi Papua dengan tinggi hilal mar’ie -3 derajat 12 menit.
Adapun di titik Jakarta dengan markaz Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya Jakarta Pusat (koordinat 6º 11’ 25” LS 106º 50’ 50” BT), tinggi hilal adalah -1 derajat 44 menit 39 detik dengan letak matahari terbenam pada 12 derajat 03 menit 24 detik selatan titik barat. Sementara ijtimak (konjungsi) terjadi pada Selasa Kliwon, 17 Februari 2026 M pukul 19:02:02 WIB.
Penghitungan atas data ini dilakukan dengan metode falak (hisab) tahqiqi tadqiki ashri kontemporer khas Nahdlatul Ulama.
Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga merilis data perhitungan hilal 1 Ramadhan 1447 H dalam Informasi Prakiraan Hilal Saat Matahari Terbenam Tanggal 17 dan 18 Februari 2026 M (Penentuan Awal Bulan Ramadhan 1447 H).
Dalam informasi itu, dijelaskan bahwa konjungsi akan terjadi pada hari Selasa, 17 Februari 2026 M, pukul 12.01.07 UT atau Selasa, 17 Februari 2026 M, pukul 19.01.07 WIB atau Selasa, 17 Februari 2026 M, pukul 20.01.07 WITA atau Selasa, 17 Februari 2026 M, pukul 21.01.07 WIT, yaitu saat nilai bujur ekliptika Matahari dan Bulan tepat sama 328.83 derajat.
Di wilayah Indonesia pada tanggal 17 Februari 2026, waktu Matahari terbenam paling awal adalah pukul 17.56.44 WIT di Jayapura, Papua dan waktu Matahari terbenam paling akhir adalah pukul 18.51.25 WIB di Banda Aceh, Aceh. Sementara pada tanggal 18 Februari 2026, waktu Matahari terbenam paling awal adalah pukul 17.56.35 WIT di Jayapura, Papua dan waktu Matahari terbenam paling akhir adalah pukul 18.51.29 WIB di Banda Aceh, Aceh.
Dengan memperhatikan waktu konjungsi dan Matahari terbenam, dapat dikatakan konjungsi terjadi setelah Matahari terbenam tanggal 17 Februari 2026 di seluruh wilayah Indonesia.
Adapun ketinggian Hilal di Indonesia saat Matahari terbenam pada 17 Februari 2026, berkisar antara -2.41 derajat di Jayapura, Papua sampai dengan -0.93 derajat di Tua Pejat, Sumatra Barat. Ketinggian Hilal di Indonesia saat Matahari terbenam pada 18 Februari 2026, berkisar antara 7.62 derajat di Merauke, Papua sampai dengan 10.03 derajat di Sabang, Aceh.
Sementara itu, besaran elongasi geosentris di Indonesia saat Matahari terbenam pada 17 Februari 2026, berkisar antara 0.94 derajat di Banda Aceh, Aceh sampai dengan 1.89 derajat di Jayapura, Papua. Sementara elongasi geosentris di Indonesia saat Matahari terbenam pada 18 Februari 2026, berkisar antara 10.7 derajat di Jayapura, Papua sampai dengan 12.21 derajat di Banda Aceh, Aceh.
Data BMKG juga menunjukkan umur Bulan di Indonesia saat Matahari terbenam pada 17 Februari 2026, berkisar antara -3.07 jam di Jayapura, Papua sampai dengan -0.16 jam di Banda Aceh, Aceh. Umur Bulan di Indonesia saat Matahari terbenam pada 18 Februari 2026, berkisar antara 20.92 jam di Jayapura, Papua sampai dengan 23.84 jam di Banda Aceh, Aceh.
Adapun lama Hilal di atas ufuk saat Matahari terbenam pada 17 Februari 2026 berkisar antara -8.27 menit di Jayapura, Papua sampai dengan -3.11 menit di Tua Pejat, Sumatra Barat. Sementara lama hilal di Indonesia saat Matahari terbenam pada 18 Februari 2026, berkisar antara 34.99 menit di Merauke, Papua sampai dengan 45.17 menit di Sabang, Aceh.
Data-data di atas menunjukkan potensi besar bulan Ramadhan digenapkan (istikmal) menjadi 30 hari mengingat belum terpenuhinya kriteria imkanur rukyah, bahkan masih di bawah ufuk pada tanggal 29 Sya'ban 1447 H. Karenanya, besar kemungkinan tanggal 1 Ramadhan 1447 H jatuh pada Kamis Pahing, 19 Februari 2026.
Adapun kepastian awal Ramadhan 1447 H menunggu hasil rukyah yang diumumkan LF PBNU dan hasil sidang isbat yang ditetapkan pemerintah melalui Kementerian Agama pada Selasa (17/2/2026) malam.
Terpopuler
1
Pengakuan Korban Pelecehan Gus Idris, Berkedok Syuting Konten Sumpah Pocong
2
Khutbah Jumat: Mempererat Tali Persaudaraan Menjelang Bulan Ramadhan
3
Khutbah Jumat: Menyambut Ramadhan dengan Saling Memaafkan
4
6 Puasa yang Boleh Dilakukan Setelah Nisfu Sya'ban
5
Khutbah Jumat: Menyambut Ramadhan dengan Meningkatkan Kepedulian Sosial
6
Kasus Anak SD Bunuh Diri di Ngada, Kemiskinan Jadi Faktor Risiko, Negara Diminta Hadir
Terkini
Lihat Semua