Di Mata Putranya, Gus Mus Ayah yang Gaul
NU Online · Selasa, 9 September 2014 | 01:04 WIB
Semarang, NU Online
Dalam acara selametan 70 tahun Gus Mus di Semarang (6/9), sejumlah tokoh pejabat, budayawan, maupun penyair memberikan testimoni terhadap sosok pejabat Rais Am PBNU ini. Pada kesempatan itu juga, menantu dan putra KH A Mustofa Bisri (Gus Mus) pun turut menyampaikan kesan di hadapan ratusan sahabat ayahnya.
<>
Bisri Musthofa, putra bungsu Gus Mus menyatakan, pengasuh pesantren Raudlatut Thalibin Rembang ini merupakan sosok ayah yang gaul. Kesehariannya, kata Bisri, Gus Mus selalu akrab tidak hanya kepada keluarga, melainkan juga masyarakat dari berbagai kalangan.
"Dari kamus bahasa Indoneseia, kata gaul mengandung arti akrab. Jadi Abah itu gaul karena sangat akrab dengan siapapun," kata Bisri.
Gus Mus gaul, menurut putra lelaki satu-satunya ini, karena sangat senang kitab klasik maupun buku modern. Dari sisi penampilan berpakaian, Gus Mus sangat modis.
"Abah juga tidak gagap tekhnologi. Abah sering twitteran ataupun facebokan. Pokoknya abah keren lah," tandas Bisri.
Bisri juga memberikan kesaksian setiap tamu yang datang menemui ke rumah selalu memperoleh pencerahan. "Setiap tamu yang keluar dari rumah, wajahnya tidak pernah kelihatan muram tetapi selalu cerah. Sepertinya habis dapat pencerahan dari abah," imbunya lagi seraya mengucapkan selamat ulang tahun kepada ayahnya.
Sementara menantu Gus Mus, Ulil Abshar Abdala merasakan pada waktu di rumah, sosok mertuanya itu tidak sebagai orang yang spesial. "Tetapi setelah berkumpul orang banyak seperti dalam acara selametan ini ternyata Gus Mus adalah sosok yang hebat," kata Ulil sambil mendoakan Gus Mus tetap sehat dan tambah sayang kepada anak, menantu dan cucu.
Pada acara selametan 70 tahun ini, keluarga besar Gus Mus baik istri, anak, menantu dan cucunya semuanya turut hadir mendampinginya. (Qomarul Adib/Mahbib)
Terpopuler
1
LF PBNU Umumkan 1 Dzulqadah 1447 H Jatuh pada Ahad 19 April
2
17 Kader NU Diwisuda di Al-Ahgaff, Ketua PCINU Yaman Torehkan Terobosan Filologi
3
Hukum Senang atas Wafatnya Muslim Lain karena Perbedaan Mazhab, Bolehkah?
4
Mengapa Tidur setelah Subuh Sangat Berbahaya bagi Tubuh?
5
LF PBNU Rilis Data Hilal Awal Dzulqa’dah 1447 H, Berpotensi Jatuh pada 19 April
6
Bahas Konflik Iran, Ketum PBNU Lanjutkan Safari Diplomatik ke Dubes China
Terkini
Lihat Semua