Diskusi Liberalisasi Politik Digelar di Jakarta
NU Online · Jumat, 7 September 2012 | 09:38 WIB
Jakarta, NU Online
Panitia Musyawarah Nasional dan Konferensi Besar (Munas dan Konbes) NU 2012 melakukan beberapa agenda rintisan sebelum acara puncak di Pesantren Kempek Cirebon, 14-17 Septermber mendatang. Salah satunya, seminar “Dampak Liberalisasi di Bidang Politik, Pertahanan, dan Keamanan”, di Jakarta, Senin (10/9).<>
Diskusi merupakan bagian dari agenda penunjang Munas dan Konbes NU, di samping sejumlah program pelayanan masyarakat, seperti Mudik Bareng NU dan Konsultasi Hukum Gratis. Fokus pembahasan menanggapi kondisi mutakhir politik Indonesia akibat liberalisasi.
Panduan Munas dan Konbes NU 2012 menyatakan, seminar tersebut adalah respon dari situasi perpolitikan nasional yang terlalu liberal. Otonomi daerah yang kebablasan telah mengancam NKRI mendekati sistem federal sehingga rawan disintegrasi. Sementara itu, Pemilukada di berbagai tingkatan terbukti menelan banyak biaya dan menyulut konflik sosial.
Dijelaskan, efek dari perubahan sistem politik ini berlanjut pada perubahan sistem pertahanan nasional. Sehingga perlu dibangun sistem politik yang sesuai dengan filosofi dan jati diri bangsa.
“Hal ini sesuai dengan kaidah fiqih al-amru idzattasa’a dlaqa (suatu permasalahan bila longgar maka diperketat pengelolaannya),” sebutnya.
Diskusi lain menjelang Munas dan Konbes NU juga diadakan di Surabaya, Sabtu (8/9) besok, dengan tema “Mengawal Entitas Kebudayaan Indonesia di Tengah Liberalisasi dan Keterbukaan Informasi-Komunikasi”. Sebelumnya, seminar yang menyoroti dampak liberalisasi pada pertanian dan pangan lebih dulu diselenggarakan di Makasar.
Redaktur: Mukafi Niam
Penulis : Mahbib Khoiron
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Istiqamah Pasca-Ramadhan, Tanda Diterimanya Amalan
2
Muslim Arab dan Eropa Rayakan Idul Fitri 1447 H pada Hari Jumat, 20 Maret 2026
3
Khutbah Idul Fitri 2026: Makna Kemenangan dan Kembali Ke Fitrah
4
Khutbah Jumat: Anjuran Membaca Takbir Malam Idul Fitri
5
Khutbah Idul Fitri Bahasa Arab 2026: Jadilah Hamba Sejati, Bukan Hamba Musiman: Konsistensi dalam Ketaatan Setelah Ramadhan
6
Khutbah Idul Fitri Bahasa Jawa: Idul Fitri Dinten Ganjaran lan Kabingahan
Terkini
Lihat Semua