Kesaksian Adik Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur: Kepala Luka dan Kaki Terjepit
NU Online · Selasa, 28 April 2026 | 10:30 WIB
Seorang petugas sedang mengecek gerbong KRL yang ditabrak KA Argo Bromo, Selasa (28/4/2026) dini hari di Stasiun Bekasi Timur. (Foto: NU Online/Suwitno)
Suci Amaliyah
Kontributor
Bekasi, NU Online
Perhatian: Berita berikut memuat deskripsi kecelakaan yang mungkin menimbulkan ketidaknyamanan emosional bagi sebagian pembaca. Disarankan agar pembaca mempertimbangkan kondisi diri sebelum melanjutkan membaca.
Zahra (19), adik salah satu korban kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur, mengungkapkan kronologi saat mengetahui kakaknya menjadi korban dalam insiden tersebut.
Ia menuturkan, sejak sekitar pukul 21.30 WIB, Selasa (28/4/2026) malam, keluarga berupaya menghubungi korban karena belum juga pulang kerja. Namun, panggilan yang dilakukan berulang kali tidak mendapat respons.
“Sejak setengah 10 malam kakak ditelepon terus karena belum pulang kerja, tapi tidak ada jawaban,” ujar Zahra kepada NU Online.
Belakangan diketahui, kakaknya merupakan salah satu korban yang berada di bagian bawah rangkaian KRL saat kecelakaan terjadi. Ponsel korban sempat berdering, namun kemudian tidak dapat dihubungi kembali. Barang-barang milik korban, termasuk tas, juga dilaporkan terpental akibat benturan keras.
Meski mengalami luka cukup serius, korban disebut masih dalam kondisi sadar. Informasi tersebut diperoleh dari rekan korban yang berada di lokasi kejadian.
“Kata temannya yang di samping, masih sadar. Tapi kepalanya luka dan kakinya masih terjepit,” jelasnya.
Hingga saat ini, keluarga masih menunggu proses evakuasi yang dilakukan petugas untuk mengeluarkan korban dari lokasi kejadian. “Saat ini masih menunggu dievakuasi,” tambah Zahra.
Sebelumnya, PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat sebanyak 240 penumpang KA Argo Bromo Anggrek selamat. Sementara itu, pada rangkaian KRL, tercatat tujuh orang meninggal dunia dan 82 orang mengalami luka-luka yang kini telah mendapatkan penanganan medis.
Penanganan korban dilakukan di sejumlah fasilitas kesehatan, antara lain RSUD Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Primaya, RS Mitra Plumbon Cibitung, RS Bakti Kartini, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina, serta RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat.
“Seluruh penumpang KA Argo Bromo Anggrek telah berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat. Saat ini, penanganan difokuskan kepada penumpang KRL yang terdampak, dan seluruh korban telah mendapatkan perawatan di rumah sakit rujukan,” tulis PT KAI dalam keterangan resminya, Selasa (28/4/2026).
Terpopuler
1
Seruan 13 Kiai Sepuh tentang AHWA Jelang Pembukaan Munas dan Konbes NU 2026
2
Kepada Pengurus NU, KH Nurul Huda Djazuli: Tetap Ikhlas demi Menghidupkan NU
3
Muktamar ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus 2026, Penentuan Tuan Rumah Gunakan Empat Kriteria
4
Rais Aam PBNU Kembali Gunakan Bahasa Arab dalam Khutbah Iftitah Munas-Konbes NU 2026
5
KH Nurul Huda Djazuli: Saya Cinta NU, Saya Tak Ingin Melihat Pengurus Bertengkar, NU dan Pesantren Harus Menguatkan
6
Sidang Pleno II Munas-Konbes, Ketum PBNU Sebut Pelatihan Kader NU Jadi Fondasi Meritokrasi
Terkini
Lihat Semua