Dosen Peternakan UGM Sebut 3 Cara Jaga Kualitas Daging Kurban
NU Online Ā· Kamis, 5 Juni 2025 | 15:00 WIB
Rikhul Jannah
Kontributor
Jakarta, NU Online
Menjelang Idul Adha 1446H/2025M, Dosen Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (UGM) Nanung Danar Dono menyebutkan terdapat tiga cara menjaga kualitas daging kurban.
Pertama, daging langsung dibungkus ke dalam wadah. Nanung menyampaikan bahwa penyembelihan yang dilakukan dengan menjaga kebersihan dapat mempertahankan kualitas daging tetap higienis selama 12 hingga 14 jam, apabila daging langsung dibungkus setelah hewan dipotong.
āKalau penyembelihnya bagus, sampai malam setelah Isya atau jam delapan malam itu tidak bau,ā ujarnya kepada NU Online pada Rabu (4/6/2025).
Ia mengatakan jika proses penyembelihan tidak memperhatikan kebersihan, pertumbuhan bakteri dalam daging akan lebih cepat. Menurutnya, jika dagingnya di taruh di tanah, paling lama lima sampai enam jam daging langsung bau. "Karena kalau daging ditaruh di tanah pertumbuhan kumannya lebih cepat,ā katanya.
Kedua, daging jangan langsung disimpan ke dalam freezer. Nanung menyampaikan bahwa daging kurban sebaiknya dipotong-potong terlebih dahulu sebelum disimpan ke dalam kulkas. Sebab, sulit dikeluarkan jika daging besar di lemari pembeku itu.
āBagian yang utuh jangan, misal dapat daging tiga kilogram langsung di masukkan ke dalam kulkas, nanti kalau mau dimasak, bagaimana cara mengeluarkannya? tidak mungkin pakai gergaji,ā ujarnya.
Baca Juga
Bolehkan Menjual Daging Kurban?
Langkah yang tepat, menurutnya, adalah memotong daging dengan ukuran kecil, memasukkan ke dalam wadah kedap udara, lalu disimpan ke dalam freezer.
āJadi kalau mau masak tinggal ambil yang telah dipotong-potong kecil tadi, dengan begini menjaga kualitas dagingnya,ā ujar Wakil Ketua Halal Center UGM itu.
Nanung menilai, dengan cara ini, kualitas daging tetap terjaga bahkan hingga satu tahun ke depan. Ia juga mengingatkan agar sebelum daging dimasukkan ke dalam freezer, Lebih baik didiamkan terlebih dahulu di dalam kulkas.
āBiarkan daging suhunya turun pelan-pelan, kalau daging yang anget langsung masuk k edalam freezer maka daging akan mengalami pengkerutan, daging menjadi alot (keras). Tetapi jika suhunya diturunkan pelan-pelan, kualitasnya akan tetap terjaga,ā ungkapnya.
Ketiga, daging beku jangan langsung dicairkan dengan air panas. Ia menyampaikan bahwa daging beku sebaiknya tidak langsung dicarikan dengan air panas, karena dapat merusak nutrisi yang terkandung di dalamnya.
Nanung menjelaskan, jika hendak memasak daging dari freezer, sebaiknya dipindahkan terlebih dahulu ke dalam kulkas agar suhu turun perlahan tanpa merusak kandungan gizinya.
āMisalkan besok sore kita mau memasak daging, maka sore hari ini kita pindahkan daging dari freezer ke bawahnya atau ke dalam kulkas, maka besok akan kembali empuk lagi,ā uarnya.
Ia menambahkan, jika ingin memasak dalam waktu singkat, daging bisa direndam dengan cara yang tepat. Namun, jika hendak masak cepat, misal waktu magrib dimasak, masukkan daging ke dalam wadah tipis yang tertutup lalu taruh ke dalam baskom atau panci dan alirkan air keran atau ganti secara rutin.
āNanti daging akan kembali melunak dengan kualitas daging yang tetap terjaga. Setelah melunak, daging dapat dicuci lalu dimasak,ā tambah Nanung.
Kurban kini Lebih mudah, cepat, dan praktis melalui NU Online Super AppĀ atau dapat juga melalui laman https://filantropi.nu.or.id/qurban yang dibuka hingga 7 Juni 2025.
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Menjadi Teladan yang Dikenang Sepanjang Zaman
2
Khutbah Jumat: Menyeimbangkan 5 Unsur Utama dalam Diri Manusia
3
Khutbah Jumat: Makna dan Keutamaan Membaca Basmalah
4
Nyak Sandang, Penyumbang Pesawat Pertama RI Asal Aceh Wafat, PWNU Aceh Tegaskan Warisan Keikhlasan
5
Amerika Serikat dan Iran Sepakat Gencatan Senjata Selama Dua Pekan
6
Khutbah Jumat: Zakat, Jalan Menuju Masyarakat Adil dan Peduli
Terkini
Lihat Semua