DPR Tolak Wacana Kenaikan BBM Subsidi di Tengah Lonjakan Harga Minyak Dunia
NU Online Ā· Sabtu, 11 April 2026 | 14:00 WIB
M Fathur Rohman
Kontributor
Jakarta, NU Online
Ketua Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun menyatakan penolakannya terhadap wacana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di tengah tren kenaikan harga minyak global.Ā
Ia menilai kondisi tersebut tidak serta-merta menjadi alasan untuk menaikkan harga BBM di dalam negeri.
Misbakhun menegaskan kebijakan mempertahankan harga BBM subsidi merujuk pada arahan Presiden Prabowo Subianto yang telah mempertimbangkan kondisi fiskal secara menyeluruh.
"Arahan Presiden Prabowo untuk tidak menaikkan harga BBM bersubsidi didukung oleh perhitungan yang cermat dan hati-hati dengan memperhatikan ruang fiskal yang ada," jelasnya dikutip dari keterangannya Sabtu (10/4/2026).
Ia juga mengacu pada perhitungan pemerintah, khususnya dari Kementerian Keuangan, yang menunjukkan bahwa harga BBM subsidi direncanakan tetap hingga akhir 2026.
"Langkah ini diambil pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat dan mengendalikan inflasi," ungkap dia.
Selain isu energi, Misbakhun turut menyinggung kondisi ketahanan pangan nasional. Ia menyebut stok pangan yang dikelola pemerintah saat ini berada dalam posisi tinggi dan tersebar di berbagai wilayah. "Ini adalah bukti kesiapan pemerintah dalam melindungi rakyat," jelas Misbakhun.
Baca Juga
Khutbah Jumat: Mari Hemat BBM!
Dalam konteks politik, ia mengimbau agar dinamika yang berkembang tidak memicu keresahan di masyarakat, terutama terkait isu kenaikan harga kebutuhan pokok. "Rakyat butuh ketenangan, bukan dipanasi dengan isu yang bisa menimbulkan gejolak sosial," katanya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menyampaikan komitmen pemerintah untuk menjaga keterjangkauan BBM bersubsidi bagi masyarakat khususnya kelompok berpenghasilan rendah.
"Menteri-menteri ekonomi saya melaporkan bahwa BBM yang bersubsidi kita akan pertahankan untuk rakyat kecil dan rakyat miskin. Kita akan pertahankan untuk 80 persen rakyat kita," kata Prabowo saat memberikan pengarahan dalam rapat kerja pemerintahan di Istana Merdeka Jakarta, Rabu (8/4/2026).
Prabowo menambahkan bahwa masyarakat mampu diarahkan untuk menggunakan BBM nonsubsidi dengan harga sesuai mekanisme pasar. "Orang-orang kaya kalau mau pakai bensin yang mahal, ya dia harus bayar harga pasar," ucapnya.
Baca Juga
Kisah Pilu 3 Prajurit Perang Uhud
Di tengah-tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah yang berdampak pada jalur distribusi energi global, pemerintah memastikan pasokan energi nasional tetap dalam kondisi aman.
"Sumber-sumber minyak dan gas kita tidak terlalu banyak yang lewat Selat Hormuz. Kita bisa mencari alternatif lain. Selain kita punya kekuatan dalam negeri yang sangat kuat," jelas Prabowo.
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Menjadi Teladan yang Dikenang Sepanjang Zaman
2
Khutbah Jumat: Menyeimbangkan 5 Unsur Utama dalam Diri Manusia
3
Khutbah Jumat: Makna dan Keutamaan Membaca Basmalah
4
Nyak Sandang, Penyumbang Pesawat Pertama RI Asal Aceh Wafat, PWNU Aceh Tegaskan Warisan Keikhlasan
5
Amerika Serikat dan Iran Sepakat Gencatan Senjata Selama Dua Pekan
6
Khutbah Jumat: Zakat, Jalan Menuju Masyarakat Adil dan Peduli
Terkini
Lihat Semua