Fatayat Situbondo: NU Jauh Lebih Besar dari Parpol
NU Online Ā· Rabu, 18 Juni 2014 | 05:01 WIB
Situbondo, NU Online
Ketua Pimpinan Cabang Fatayat NU Situbondo Zainiye mengimbau kader Fatayat NU untuk menjaga kerhormatan lembaga dengan bersikap netral dalam pemilu presiden (pilpres) 9 Juli mendatang. Sebab, sebagai banom NU, Fatayat harus tunduk pada khittah 1926 yang mengharuskan NU dan sayap-sayapnya menjaga jarak dengan semua kekuatan politik yang ada.
<>
āSaya tetap berharap agar kader Fatayat NU bisa netral menyikapi pilpres ini agar kita tetap punya wibawa,ā tegasnya di Situbondo, Jawa Timur, Selasa (17/6).
Perempuan asal Jangkar, Situbondo, ini sebenarnya mengaku āberatā untuk netral mengingat dirinya sebagai kader sebuah partai politik dan kini masih menjabat sebagai Ketua DPRD Kabupaten Situbondo. Namun ia bertekad untuk memberi contoh yang baik kepada warga Nahdliyin dengan tidak mencampuradukkan antara tugas-tugas kefatayatan dan politik praktis.
āBagi saya NU dan Fatayat itu jauh lebih besar nilainya daripada sekadar faksi-faksi dalam parpol,ā terang Zainiye.
Zainiye memberi kebebasan kepada warga Fatayat untuk memilih capres-cawapres yang dikehendaki, sesuai dengan suara hati nuraninya. Dikatakannya, pilpres adalah momentum penting untuk menentukan arah bangsa dalam 5 tahun ke depan, sehingga harus dimanfaatkan dengan cara tidak Golput.
āYa, jangan Golput lah. Supaya kita punya andil dalam memilh calon pemimpin bangsa,ā ucap wanita yang baru dilantik sebagai Ketua Fatayat NU Situbondo itu. (Aryudi A Razaq/Mahbib)
Terpopuler
1
KH Miftachul Akhyar: Muktamar Ke-35 Jadi Pelajaran NU untuk Berani Keluar dari Kebiasaan
2
Khutbah Jumat: Hati Merasa Jauh dari Allah, Apa yang Harus Dilakukan?
3
Khutbah Istisqa: Saat Kekeringan Melanda Saatnya Muhasabah dan Berbenah Diri
4
Khutbah Jumat: Musim Kemarau dan Anjuran Hemat Air dalam Islam
5
Hukum Mengambil Air Masjid untuk Kebutuhan Warga Saat Kekeringan, Bolehkah?
6
Membaca Ulang Fiqih Pajak: Agenda yang Tersisa dari Muktamar Ke-35 NU
Terkini
Lihat Semua