Yogyakarta, NU Online
KH Masdar Farid Mas’udi, Rais Syuriyah PBNU mengatakan, masjid mempunyai fungsi sosial (hablumminannas) yang diwujudkan dengan adanya serambi masjid, sebagai tempat berbagai pertemuan dan aktifitas sosial.<>
Demikian disampaikannya dalam kegiatan bahstul masail atau pembahasan masalah keagamaan yang diselenggarakan oleh Pengurus Cabang Lembaga Takmir Masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU) Bantul bersama Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masjid (P3M) di masjid Ar-Ridla, Ngrukem, Pendowoharjo, Bantul, Senin dan Selasa (27-28/5).
KH Masdar Farid Mas’udi menjelaskan secara gamblang terkait fungsi masjid dan filosofinya. Ia mengatakan bahwa kegiatan memakmurkan masjid merupakan usaha untuk “mengembalikan kekayaan yang hilang”.
Menurutnya, masjid berbeda dengan tempat-tempat ibadah lain. Masjid mempunyai satu tempat yang disebut serambi.
“Ini adalah bentuk filosofi hablumminannas. Sedangkan dengan tempat ibadah yang lainya tidak ada serambinya, itu menandakan bahwa tempat ibadah tersebut hanya berfungsi hablumminallah atau hanya hubungan dengan tuhannya,” tambahnya.
Sementara itu bahtsul masail yang dihadiri perwakilan komunitas takmir masjid se-Bantul itu membahas hasil diskusi yang dilakukan oleh komunitas masjid selama dua kali.
“Dari dua pertemuan, pertemuan pertama adalah untuk membahas tentang bagaimana masjid dapat memakmurkan masyarakat. Sedangkan pada pertemuan kedua yang dihadiri oleh pemerintah desa, itu membahas terkait review Musrenbangdes,” ungkap salah satu takmir masjid Ar-Ridlo, Ngrukem, Musthofa.
Dalam bahstul masail, perwakilan dari takmir masjid mempresentasikan hasil diskusinya di masjid masing-masing. “Ada 5 perwakilan dari takmir masjid yang mempresentasikan hasil diskusinya pada bahstul masail kali ini,” ujar moderator dan pengurus P3M, Abdullah Sastrawi.
Redaktur : A. Khoirul Anam
Kontributor: Sholikhin
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Istiqamah Pasca-Ramadhan, Tanda Diterimanya Amalan
2
Khutbah Idul Fitri 2026: Makna Kemenangan dan Kembali Ke Fitrah
3
Muslim Arab dan Eropa Rayakan Idul Fitri 1447 H pada Hari Jumat, 20 Maret 2026
4
Khutbah Idul Fitri Bahasa Arab 2026: Jadilah Hamba Sejati, Bukan Hamba Musiman: Konsistensi dalam Ketaatan Setelah Ramadhan
5
Khutbah Idul Fitri Bahasa Jawa: Idul Fitri Dinten Ganjaran lan Kabingahan
6
Penjelasan Kiai Afifuddin Muhajir Soal Hadis Rukyatul Hilal dari Perspektif Ilmu Nahwu
Terkini
Lihat Semua