Generasi Islam NTT Diminta Perbanyak Diskusi Keislaman
NU Online · Selasa, 7 Mei 2013 | 00:40 WIB
Kupang, NU Online
Rais Syuriyah PWNU Nusa Tenggara Timur (NTT) Abdulkadir Makarim menilai umat Islam di NTT lemah dalam dialog, diskusi maupun seminar-seminar tentang agama. Pasalnya, generasi muda Islam lebih konsentrasi kegiatan-kegiatan di luar agama, jarang melakukan diskusi-diskusi tentang agama.<>
"Saya harap ke depan kita lebih meningkatkan kegiatan dialog agama agar lebih mempertajam nilai-nilai keislaman bagi generasi muda," kata H Abdulkadir Makarim dalam sambutan Harlah PMII ke-53 di Masjid Baiturahman Kupang Ahad (5/5) lalu.
Hadir dalam tabligh akbar, ketua dan sekretaris PWNU NTT, dan jajaran Banom NU, Ketua GP Ansor NTT dan seluruh OKP Islam, remaja masjid se-kota kupang.
Menurut Makarim, sejauh ini keterlibatan generasGenerasi muda Islam NTT dalam kegiatan diskusi mengenai keagamaan jarang dilakukan. Maka ini berdampak pada pemahaman tentang dan peradaban Islam secara benar, katanya. "Kita jangan memahami Islam sepotong-sepotong, sehingga pikiran juga sepotong tentang agama," bebernya.
Selain itu, banyak generasi muda yang masih kurang tertarik untuk datang dan tidak betah mengikuti kegiatan sampai selesai. Maka ini akan berdampak pada kemajuan secara pribadi dalam memahami situasi dan kondisi kemajuan Islam.
“Kita jangan beralasan kalau kegiatan diskusi agama selalu dikatakan sibuk, dan lebih penting kegiatan yang tidak bermanfaat,” tambahnya.
“Saya berharap kedepan PMII lebih giat untuk mendiskusikan persoalan-persaolan agama, baik melalui diskusi maupun melalui seminar-seminar untuk meningkat kualitas generasi muda,” katanya.
Sayyid Abdussalam Alwy Al-Hindun dalam tausiyahnya mengatakan, generasi Islam harus bangga dengan peradaban yang telah diakui oleh dunia.
“Nilai peradaban ini, mari kita bersama-sama bergandeng tangan melalui lembaga pendidikan, baik Ormas atau OKP Islam,” katanya.
“Jangan merasa takut. Berikan pemahaman yang benar tentang Islam. Berikan yang benar tentang Al-Qur’an, dan berikan informasi agama yang benar kepada seluruh umat,” tambahnya.
Redaktur : A. Khoirul Anam
Kontributor: Ajhar Jowe
Terpopuler
1
Khutbah Idul Fitri 2026: Makna Kemenangan dan Kembali Ke Fitrah
2
Khutbah Idul Fitri Bahasa Arab 2026: Jadilah Hamba Sejati, Bukan Hamba Musiman: Konsistensi dalam Ketaatan Setelah Ramadhan
3
Khutbah Idul Fitri Bahasa Jawa: Idul Fitri Dinten Ganjaran lan Kabingahan
4
Khutbah Bahasa Jawa: Kautaman Silaturahim lan Cara Nepung Paseduluran
5
Khutbah Idul Fitri: Saatnya Menghisab Diri dan Melanjutkan Kebaikan
6
Khutbah Idul Fitri 2026: Refleksi Makna Kembali ke Fitrah secara Utuh
Terkini
Lihat Semua