Gus Hilmy: Guru, Sosok Paling Layak Isi Konten Medsos
NU Online · Ahad, 6 Maret 2022 | 08:00 WIB
Jakarta, NU Online
Katib Syuriyah PBNU H Hilmy Muhammad (Gus Hilmy) mengatakan, sebagai sosok yang digugu dan ditiru, guru merupakan sosok paling layak mengisi konten di media sosial. Sebab, tidak mungkin guru mengisi medsos dengan hal-hal negatif. Pasti isinya hal-hal yang baik dan bermanfaat.
Pernyataan tersebut disampaikan Gus Hilmy pada Pelatihan Pengelolaan Media Online yang diselenggarakan oleh Pengurus Wilayah Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PW Pergunu) DIY bekerja sama dengan PC Pergunu Kota Yogyakarta di Gedung DPD RI, Sabtu (5/3/2022) pagi hingga siang.
“Guru harus meningkatkan kapasitas diri. Di antaranya melalui penggunaan media sosial. Jika tidak, peran guru dapat digantikan oleh medsos bila hanya menyampaikan informasi dan pengetahuan,” ujar anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dari Yogyakarta ini.
Gus Hilmy juga menyampaikan pentingnya pengelolaan konten secara efektif sehingga pesannya mudah ditangkap. Soal materi atau konten, tentu guru tidak akan kekurangan. Konten bisa diambil dari buku, kitab, atau bahan ajar yang disampaikan secara lebih menarik.
“Penting juga diperhatikan adalah soal durasi. Jangan sampai terlalu panjang dan menghabiskan quota. Kalau pun materi yang ingin disampaikan panjang, bisa dibagi dalam beberapa konten yang singkat, tapi pesannya mudah ditangkap,” ujarnya.
Selain itu, Gus Hilmy mengingatkan kembali tentang dua misi utama Pergunu. Pertama, meningkatkan kualitas dan kemampuan guru. Kedua, meningkatkan kesejahteraan guru.
“Dua hal ini bisa diwujudkan melalui program-program kerja yang nyata dan bisa dirasakan oleh para guru, seperti pelatihan penggunaan media sosial seperti berlangsung pagi ini,” tuturnya.
Cucu Rais ‘Aam Syuriyah PBNU periode 1980-1984 KH Ali Maksum ini juga mendorong Pergunu agar menjalin jejaring dengan banyak pihak. Sebab, kata Gus Hilmy, jejaring akan lebih meringankan Pergunu dalam melaksanakan program-programnya.
Sementara itu, Ketua PC Pergunu Kota Yogyakarta Saeful, menegaskan bahwa pelatihan kali ini untuk lebih meningkatkan kualitas guru dalam mengelola media online.
“Program ini merupakan bagian untuk meningkatkan kompetensi guru untuk menghadapi tantangan hari ini di mana media online menjadi referensi bagi dunia pendidikan,” ujar Saeful.
Selain itu, Ketua PW Pergunu DIY Samsul Ma’arif Mujiharto mengharapkan pelatihan ini membentuk tim untuk pengelolaan media online milik Pergunu.
“Setelah ini, kami berharap akan ada tim redaksi yang bertanggung jawab untuk mengelola media kita. Mereka inilah yang nanti mendorong dan menampung karya para guru,” katanya.
Hadir sebagai pembicara, Pemred Bangkit Media Muhammadun AS. Ia memberi dorongan kepada peserta untuk membuat konten-konten menarik, sekaligus teknis-teknis pengelolaan media daring.
Kontributor: Fairuz
Editor: Musthofa Asrori
Terpopuler
1
Ancam Ekosistem Pertembakauan, Lesbumi PBNU Tolak Rancangan Aturan Kemenko PMK dan Kemenkes soal Tembakau
2
Kapten Timnas Iran Kritik FIFA, Sebut Piala Dunia 2026 'Bencana' dan Berjalan Tidak Adil
3
Pemerintah Tetapkan Logo Resmi HUT ke-81 RI, Ini Makna Desain dan Cara Unduhnya
4
DPR Desak Latsarmil Calon Manajer Kopdes Dihapus, Negara Bisa Hemat Lebih dari Rp1 Triliun
5
Hari Bhayangkara Ke-80, Presiden Prabowo Klaim Polri Berkontribusi pada Ketahanan Pangan dan MBG
6
Rais Syuriah PBNU Ingatkan Pengurus PWNU Aceh: Jangan setelah Dilantik Malah Jadi Urusan
Terkini
Lihat Semua