Nasional

Gus Ipul Sebut PBNU Jadwalkan Gelar Munas-Konbes Sebelum Harlah Januari 2027

NU Online  ·  Jumat, 23 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Gus Ipul Sebut PBNU Jadwalkan Gelar Munas-Konbes Sebelum Harlah Januari 2027

Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Saifullah Yusuf (Gus Ipul) di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta. Rabu (14/10/2026). (Foto: NU Online/Suwitno)

Jakarta, NU Online 

Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan pengurus baru PBNU akan menggelar musyawarah nasional (Munas) dan konferensi besar (Konbes) dalam beberapa pekan ke depan. Agenda tersebut menjadi bagian dari tindak lanjut hasil Muktamar ke-35 sebelum organisasi merumuskan program kerja melalui rapat kerja nasional (Rakernas).


“Sesuai arahan Rais Aam dan Ketua Umum, kita akan laksanakan beberapa minggu ke depan Munas Konbes atau hanya konbes saja, karena harus memutuskan berbagai peraturan-peraturan perkumpulan yang bisa jadi pedoman untuk penyelenggaraan konferensi, baik wilayah maupun cabang,” ujar Gus Ipul di Hotel Trans Studio Mall Cibubur, Depok, Jawa Barat, Jumat, (23/10/2026). 


Gus Ipul mengatakan, sebelum pengukuhan pengurus PBNU masa khidmah 2026–2031 pada Sabtu, (24/10/2026), para pengurus terlebih dahulu mengikuti rapat koordinasi untuk bertukar pikiran mengenai arah kerja organisasi.


“Momentum penting sebelum pelantikan besok. Malam ini kita semacam brainstorming, tukar pikiran, tapi berpedoman pada hasil muktamar,” katanya.


Menurut dia, Munas atau Konbes akan digelar sesuai arahan Rais Aam dan Ketua Umum PBNU. Forum tersebut diperlukan untuk merumuskan sejumlah peraturan organisasi sebagai tindak lanjut perubahan Anggaran Rumah Tangga (ART) yang dihasilkan dalam muktamar.


Peraturan itu, kata Gus Ipul, akan menjadi pedoman penyelenggaraan konferensi di tingkat wilayah maupun cabang. Dengan demikian, perubahan ketentuan dalam ART dapat diikuti oleh aturan pelaksanaan yang lebih terperinci.


“Karena harus memutuskan berbagai peraturan organisasi, peraturan perkumpulan yang bisa jadi pedoman untuk penyelenggaraan konferensi, baik wilayah maupun cabang,” ujarnya.


Setelah Munas atau Konbes, PBNU akan merumuskan agenda aksi melalui Rakernas. Forum ini akan menyusun perencanaan program yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan saat ini di berbagai bidang.
Gus Ipul menargetkan seluruh perencanaan dan rencana aksi, termasuk implementasi program ke depan, dapat dituntaskan pada peringatan hari lahir (Harlah) NU pada 31 Januari 2027.


Ia mengatakan kepengurusan baru memiliki tujuh bidang di jajaran Tanfidziyah yang menjadi fokus penyusunan program. Bidang-bidang tersebut mencakup organisasi, kerja sama, keanggotaan dan kaderisasi; keagamaan; ekonomi; lingkungan; hukum; serta digital.


Menurut Gus Ipul, seluruh bidang tersebut harus disusun dalam satu perencanaan yang terintegrasi dan memiliki indikator capaian yang terukur.


“Semua prioritas. Tetapi yang pertama tentu kita dibagi dalam tujuh bidang di tingkat Tanfidziyah,” katanya.


Ia menjelaskan, penguatan organisasi dan kaderisasi menjadi bagian penting untuk menopang pelaksanaan program. Sementara itu, bidang keagamaan tetap menjadi inti kegiatan NU, yang pelaksanaannya perlu terhubung dengan program ekonomi, pendidikan, kesehatan, lingkungan, hukum, dan digitalisasi.


Gus Ipul menekankan bahwa program di setiap bidang tidak boleh berjalan sendiri-sendiri. PBNU, kata dia, perlu menyusun perencanaan yang dapat menghubungkan kebutuhan internal organisasi dengan pelaksanaan program di masyarakat.


“Ini semua saling terhubung dan bagaimana ini dirumuskan dalam satu perencanaan yang baik, perencanaan yang bisa diukur di setiap bidang itu,” paparnya.

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang