Nasional

Gus Ulil Sebut Kebrutalan Israel Kini Mulai Terbuka di Media Barat

NU Online  ·  Rabu, 20 Mei 2026 | 06:00 WIB

Gus Ulil Sebut Kebrutalan Israel Kini Mulai Terbuka di Media Barat

Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ulil Abshar Abdalla. (Foto: NU Online/Suwitno)

Jakarta, NU Online

Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ulil Abshar Abdalla menilai mulai muncul perkembangan yang menguntungkan bagi perjuangan bangsa Palestina. Menurutnya, untuk pertama kalinya dalam sejarah perjuangan Palestina, berbagai tindakan brutal Israel mulai diungkap secara terbuka di negara-negara Barat, termasuk melalui media arus utama dan surat kabar internasional.


“Dalam sejarah perjuangan bangsa Palestina sekarang, kebrutalan Israel mulai bisa diungkap secara terbuka di Barat, termasuk di koran-koran dan media resminya,” katanya, Selasa (19/5/2026).


Gus Ulil mencontohkan sebuah artikel yang dimuat beberapa hari lalu di surat kabar Amerika Serikat, The New York Times, yang ditulis jurnalis senior Nicholas Kristof. Artikel tersebut, katanya, mengungkap berbagai tindakan kekerasan tentara Israel terhadap tahanan warga Palestina yang ditahan di Israel, termasuk dugaan penyiksaan dan kekerasan seksual.


“Tulisan itu mengungkap kebrutalan tentara Israel terhadap tahanan warga Palestina yang ditahan di Israel, misalnya pemerkosaan, termasuk pemerkosaan yang menggunakan anjing,” jelasnya.


Ia menilai keterbukaan media Barat dalam memberitakan tindakan Israel menunjukkan adanya perubahan sikap publik internasional terhadap konflik Palestina-Israel.


Gus Ulil juga menyinggung peringatan Hari Nakba yang diperingati masyarakat Palestina sebagai simbol kesengsaraan dan kedukaan akibat peristiwa tahun 1948 menjelang berdirinya negara Israel. Ia menjelaskan peristiwa tersebut menyebabkan ratusan ribu warga Palestina terusir dari tanah dan desa mereka.


“Ada sekitar 750 ribu warga Palestina yang diusir dari desa-desa mereka dan itu sekarang sudah bisa dibicarakan, ditulis secara terbuka di berbagai platform di dunia Barat,” jelasnya.


Menurut Gus Ulil, kondisi tersebut menunjukkan masyarakat Barat semakin sadar terhadap situasi yang dialami rakyat Palestina.


“Sekarang itu sudah bisa dibicarakan dan ditulis secara terbuka di berbagai platform di dunia Barat,” katanya.


Ia juga melihat dukungan moral masyarakat Barat terhadap Palestina kini semakin besar, baik di Amerika Serikat maupun negara-negara Eropa.


“Israel sekarang ini oleh banyak kalangan di media sosial disebut sebagai the most hated country in the world, negara yang paling dibenci di dunia saat ini,” terangnya.

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang