Habib Novel: Mari Perkuat Ahlussunnah wal Jama’ah
NU Online · Jumat, 7 Juni 2013 | 03:38 WIB
Kudus, NU Online
Habib Novel mengajak warga Nahdliyin memperkuat aqidah Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) dengan meningkatkan amalan-amalan yang diajarkan para ulama dan mengajarkannya kembali kepada keluarga.<>
“Mari kita perkuat amalan Aswaja dengan mengajarkan kepada keluarga dan sahabat-sahabat kita!”tegas Habib Novel dalam acara peringatan Isra’ Mi’raj dan harlah ke-90 NU di lapangan desa Penganjaran Bae Kudus, Rabu malam(5/6).
Habib Novel mengatakan pada akhir zaman ini muncul kelompok yang ingin merubah kebiasaan ajaran Aswaja semacam tahlilan, zaiarah kubur, mauludan maupun peringatan Isra’ Mi’raj. Kelompok ini sering menuding bid’ah dan mengatakan tidak ada gunanya amalan tersebut.
“Kita harus waspada karena gerakan itu mulai masuk ke sekolah-sekolah maupun masjid-masjid,”ujar Habib asal Solo ini.
Ia menegaskan mauludan, ziarah kubur, tahlilan dan amalan Aswaja lainnya merupakan amalan yang benar. Nahdliyyin, ajak Habib, tidak perlu takut dengan tudingan-tudingan kelompok yang tidak suka amalan tersebut.
“Nahdliyin harus bangkit dan yakin kepada amalan aswaja yang kita ikuti,”tegasnya lagi.
KH Hasyim Asy’ari bersama ulama lainnya mendirikan NU, kata Habib, sebagai upaya menjaga aqidah dan menyampaikan ilmu kepada masyarakat.
“Kita harus mengembalikan ruh berdirinya NU, menyampaikan yang benar itu benar dan yang salah itu salah,”tandasnya di depan ribuan nahdliyyin.
Peringatan Isra’ Mi’raj dan harlah ke 90 NU ini diadakan Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama Desa Peganjaran Bae Kudus. Sejak Rabu pagi kegiatan sudah dimulai dengan Tahlil Umum , siangnya Khotmil Qur’an bil ghoib dengan 20 hafid-hafidhah dan malamnya pengajian Umum yang dihadiri ribuan nahdliyin.
Redaktur : A. Khoirul Anam
Kontributor : Qomarul Adib
Terpopuler
1
PWNU Jateng Deklarasikan Muktamar Ke-35 NU yang Jujur, Bersih, Terbuka, Beradab
2
Ini Jadwal Lengkap Agenda Muktamar ke-35 NU di Tambakberas Jombang
3
Data Terkini Gempa NTT: 87 Meninggal Dunia, 1.298 Luka-Luka, dan 150 Ribu Warga Mengungsi
4
KH Ma’ruf Amin: Calon Ketua Umum PBNU Harus Punya Kapasitas Manajerial dan Teknokratis
5
Muktamar NU: Absennya Tema Besar dan Agenda Kerakyatan
6
Hukum Karnaval Menutup Jalan Umum dalam Islam, Bolehkah?
Terkini
Lihat Semua