Ikuti Tahlil untuk Kiai Korban PKI dan Ninja di PBNU, Rabu Malam
NU Online · Selasa, 30 September 2014 | 13:01 WIB
Jakarta, NU Online
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melalui NU Online dan Lesbumi akan menggelar kegiatan tahlil dan doa bersama untuk para kiai, santri dan warga NU yang menjadi korban pemberontakan PKI 1948 dan 1965, serta para korban âperistiwa ninjaâ 1998 di kantor PBNU Jalan Kramat Raya, lantai 8, Rabu (1/10) malam, dimulai pukul 19.00 WIB.<>
Kegiatan ini akan dihadiri sejumlah sesepuh NU antara lain, H Chalid Mawardi, KH Nuril Huda, H Abdullah Syarwani, H Baidlawi Adnan, dan KH Saifuddin Amsir. Para pengurus lembaga, lajnah dan badan otonom di lingkungan PBNU juga diundang. Kegiatan juga terbuka untuk para kader muda NU di Jakarta dan sekitarnya.
Ketua Pengurus Pusat Lesbumi Ngatawi Alzastrow mengatakan, kegiatan tahlil dan doa bersama juga telah dilakukan tahun lalu di tempat yang sama. Tanggal 1 Oktober dipilih karena bertepatan dengan peristiwa penting pada tanggal yang sama tahun 1965 silam. Pada acara tahlil dan doa kali ini secara khusus akan dibacakan nama-nama korban dari kalangan NU yang telah terdata.
Sebelumnya, di Bali, penulis buku âBenturan NU-PKI 1948-1965â H Abdul Munâim DZ mengatakan, sebagian besar pengamat asing cenderung memojokkan pihak NU, terutama terkait konflik horisontal yang terjadi setelah pemberontakan PKI 1965. Buku yang ditulisnya itu memaparkan posisi NU dalam serangkaian peristiwa, rangkaian propaganda PKI dan konflik horisontal yang terjadi, serta data korban dari kalangan NU yang tidak banyak ditulis dalam buku sejarah.
Selain untuk para korban pemberontakan PKI 1948-1965, pembacaan tahlil dan doa bersama kali ini juga ditujukan untuk para kiai, santri dan warga NU yang menjadi korban isu santet dan operasi ninja tahun 1998-1999 yang dulu oleh KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) disebut sebagai âOperasi Naga Hijauâ. (Red: Anam)
Terpopuler
1
Muktamar ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus 2026, Penentuan Tuan Rumah Gunakan Empat Kriteria
2
KH Nurul Huda Djazuli: Saya Cinta NU, Saya Tak Ingin Melihat Pengurus Bertengkar, NU dan Pesantren Harus Menguatkan
3
Seruan 13 Kiai Sepuh tentang AHWA Jelang Pembukaan Munas dan Konbes NU 2026
4
Rais Aam PBNU Kembali Gunakan Bahasa Arab dalam Khutbah Iftitah Munas-Konbes NU 2026
5
Ketum PBNU: Barokah Kiai Sepuh, Munas dan Konbes NU di Ploso Berjalan Sukses
6
Sidang Pleno II Munas-Konbes, Ketum PBNU Sebut Pelatihan Kader NU Jadi Fondasi Meritokrasi
Terkini
Lihat Semua