Ini Empat Kitab yang Dibaca Gus Mus selama Ramadhan
NU Online · Selasa, 1 Juli 2014 | 02:01 WIB
Rembang, NU Online
Pengasuh Pondok Pesantren Roudlotut Tholibin, Rembang, KH Ahmad Mustofa Bisri yang akrab disapa Gus Mus selalu menyempatkan banyak waktunya untuk mengisi pengajian kitab selama bulan suci. Tahun ini ada empat kitab yang dbaca Gus Mus.<>
Pada bulan Ramadhan tahun 1435 Hijiriyah ini, Gus Mus dijadwalkan mengampu empat judul kitab. Rais 'Am PBNU ini membacakan kitab Riyadhus Sholihin seusai shalat tarawih, Burdah Al-Bushiry setelah shalat Subuh, Idhatun Nasyi'in sehabis shalat Dhuhur, dan Kimiyaus Sa’adah menjelang berbuka puasa.
Gus Mus mengaku bahwa dirinya agak berbeda dengan kiai-kiai lain yang membacakan kitab pasanan dengan cepat dan mengejar khatam. Tetapi menyesuaikan kondisi-kondisi santri yang mengaji.
“Dadi, ngaji rampung nek santri-santri wes kudu muleh (Jadi, ngaji selesai ketika santri-santri kelihatannya sudah ingin pulang),” tuturnya disambut ketawa para santri pasanan saat sowan ke kediamannya, Ahad (29/6 )sore kemarin.
Mengawali pengajian pasanan pada malam tanggal 2 Ramadhan, Gus Mus membacakan kitab Riyadhus Sholihin yang disusun oleh Imam Nawawi. Pengajian kitab dilaksanakan di aula utama Pesantren Roudlotut Tholibin ini dihadiri oleh santri asli dari pesantren ini sendiri, santri pasanan, dan masyarakat sekitar.
Menurut keterangan dari Solihin, ketua ngaji pasanan, pendaftaran ngaji pasanan dibuka bagi siapa saja yang ingin mengikuti pasanan di pesantren yang terletak di kelurahan Leteh ini. “Tidak ada ketentuan khusus, siapa saja boleh ikut ngaji pasanan,” terangnya kepada NU Online. (Muhammad Zidni Nafi’)
Terpopuler
1
LF PBNU Umumkan 1 Dzulqadah 1447 H Jatuh pada Ahad 19 April
2
17 Kader NU Diwisuda di Al-Ahgaff, Ketua PCINU Yaman Torehkan Terobosan Filologi
3
Mengapa Tidur setelah Subuh Sangat Berbahaya bagi Tubuh?
4
LF PBNU Rilis Data Hilal Awal Dzulqa’dah 1447 H, Berpotensi Jatuh pada 19 April
5
Cara Penguburan Ikan Sapu-Sapu oleh Pemprov DKI Dapat Kritik dari MUI
6
Benarkah Pendiri PMII Hanya 13 orang?
Terkini
Lihat Semua