IPNU Kritisi Pencemaran Lingkungan oleh Pabrik
NU Online · Jumat, 15 Februari 2013 | 03:05 WIB
Gresik, NU Online
Pimpinan Anak Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) mengajukan keberatan terhadap aktifitas pabrik di sekitar Panceng, Gresik yang berdampak pencemaran lingkungan. Pencemaran berdampak pada kualitas kesehatan dan tanah pertanian yang menjadi sumber penghidupan warga sekitar.<>
"Pencemaran akibat aktivitas pabrik sangat meresahkan masyarakat kita, terutama para petani," ujar Fathur Roni, ketua PAC IPNU Panceng di kantornya, Rabu (13/2).
Menurutnya, NU terus aktif mengawal kinerja instansi pengelolah lingkungan hidup terkait pelaksanaan UKL (upaya pengelolaan lingkungan) dan UPL (upaya pemantauan lingkungan) pabrik-pabrik sekitar agar para petani tidak dirugikan. Apalagi, kesehatan masyarakat juga terancam.
"Kami harap pemerintah dan instansi terkait tidak menutup mata atas situasi ini," lanjutnya
Secara terpisah, Taufiqurrohman, pembina PAC IPNU kec Panceng menuturkan, generasi muda NU harus kritis dan konsisten dalam melihat serta mengawasi lingkungan sekitar yang sudah mulai rusak. Menurutnya, beberapa desa terdekat area produksi semakin tidak layak jadi pemukiman.
"Dulu kita bisa menghirup udara segar. Tanaman-tanaman pun tumbuh subur disini. Kenapa sekarang tidak?" tuturnya
Dalam kurun 10 tahun terakhir, telah berdiri banyak perusahaan-perusahaan yang beroperasi di bidang produksi pupuk dolomit, garnol, dan phospat di sekitar Gresik Utara. Daerah Panceng merupakan salah satu daerah yang terasa besar dampaknya. Debu tebal menutup jalan-jalan raya sekitar, bahkan sampai ke pemukiman warga.
Redaktur : A. Khoirul Anam
Kontributor: Achmad Faiz MN
Terpopuler
1
Diduga Tertipu Program MBG, 13 Pengasuh Pesantren Minta Pendampingan ke LBH Ansor
2
Khutbah Jumat: Allah Tidak Membebani Hamba di Luar Batas Kemampuannya
3
Respons Wacana Penutupan Prodi yang Dinilai Tak Relevan, LPTNU Tekankan Kebijakan Komprehensif
4
KPAI Desak Proses Hukum Tegas Kekerasan Seksual terhadap 17 Santri di Ciawi Bogor
5
Perlintasan Liar Dikelola Ormas, Dirut KAI: Tidak Memenuhi Syarat, Kami Tutup
6
Hari Buruh 2026: Prabowo Wacanakan Penurunan Potongan Aplikator Ojol hingga di Bawah 10 Persen
Terkini
Lihat Semua