ISNU Desak Pemerintah Ikut Damaikan Palestina-Israel
NU Online · Jumat, 11 Juli 2014 | 15:06 WIB
Jombang, NU Online
Ikatan Sarjana NU mendesak Pemerintah Indonesia terlibat aktif mewujudkan perdamaian antara Palestina dan Israel. Banom NU ini juga mengutuk keras atas perlakuan Israel yang telah melakukan penyerangan tanpa pandang bulu terhadap sipil, wanita, dan anak-anak di jalur Gaza.
<>
“Kita (ISNU) mengutuk keras atas perbuatan-perbuatan Israel yang telah melukai perasaan kemanusiaan dan melakukan penyerangan tanpa pandang bulu terhadap sipil wanita dan bahkan anak-anak di Gaza,”ujar Shaihul Atho, Ketua ISNU Jombang.
Gus Atho, panggilan akrabnya, pemerintah Indonesia harus bersikap tegas demi terwujudnya perdamaian dunia pada semua level diplomasi international dan meminta Israel segera menghentikan serangan dalam bentuk apa pun.
“Kita tahu, bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan diatas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan," tandasnya.
Ia menambahkan, pemerintah Indonesia harus konsisten memperjuangkan hak-hak rakyat Palestina untuk merdeka dan berdaulat di tanah airnya sendiri dan hidup berdampingan dalam damai dengan negara-negara di sekitarnya. “Pemerintah Indonesia dan PBB untuk segera mengupayakan perundingan damai antara Israel dan Palestina,” imbuhnya.
Pernyataan sikap ISNU sarjana- sarjana NU ini, disampaikan sebagai bentuk rasa cinta dan kepedulian kami terhadap terwujudnya kedamaian di seluruh dunia.” Kita juga minta seluruh kader NU dan umat muslim memberikan bantuan untuk para korban di Gaza Palestina, Pungkasnya. (Muslim Abdurrahman/Abdullah Alawi)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Menyambut Dzulhijjah dengan Semangat Beribadah
2
LF PBNU Rilis Data Hilal Awal Dzulhijjah 1447 H, Idul Adha Berpotensi 27 Mei 2026
3
Khutbah Jumat: Sejarah dan Keutamaan Hari Jumat sebagai Sayyidul Ayyam
4
Rentetan Pembubaran Nobar Film 'Pesta Babi' Picu Kritik dan Perdebatan Publik
5
Khutbah Jumat: Jangan Iri Hati Ketika Orang Lain Lebih Sukses
6
MK Sebut Jakarta Masih Berstatus Ibu Kota Negara, Lalu IKN?
Terkini
Lihat Semua