Istikmal, LF PBNU: Awal Rabiul Akhir 1448 H Jatuh Lusa
NU Online Ā· Jumat, 11 September 2026 | 19:30 WIB
Jakarta, NU OnlineĀ
Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU) mengumumkan bahwa awal bulan Rabiul Akhir 1448 H jatuh pada Ahad, 13 September 2026 M.
"Awal bulan Rabi'ul Akhir 1448 H bertepatan dengan Ahad Pon 13 September 2026 M (mulai malam Ahad) atas dasar istikmal," sebagaimana tertulis dalam Pengumuman Nomor Nomor: 163/PB.08/A.II.11.13/13/09/2026 yang dikeluarkan pada Jumat (11/9/2026).
Keputusan didasarkan pada rukyatul hilal yang tidak berhasil melihat hilal 1 Rabiul Akhir 1448 H pada Jumat, 29 Rabiul Awal 1448 H bertepatan 11 September 2026 M.
"Telah dilaporkan penyelenggaraan rukyatul hilal pada Jumat Legi 29 Rabi'ul Awal 1448 H / 11 September 2026 M. Laporan lokasi yang menyelenggarakan rukyatul hilal terlampir. Semua lokasi tidak melihat hilal," tulis pengumuman itu.
LF PBNU Mengucapkan terima kasih atas kontribusi dan partisipasi Nahdliyin dalam rukyatul hilal ini.
Pihaknya juga meminta seluruh jajaran Lembaga Falakiyah PWNU dan PCNU se-Indonesia untuk menyampaikan ikhbar ini.Ā
"Diharapkan bertindak aktif untuk menyebarluaskan pengumuman awal bulan Rabiul Akhir 1448 H ini kepada warga Nahdlatul Ulama, khususnya jajaran pengurus di wilayah / cabangnya masingāmasing," lanjut pengumuman tersebut.
Sebagai informasi, tinggi hilal akhir Rabiul Awal 1448 H atau bertepatan dengan Jumat Legi, 11 September 2026 M adalah 1 derajat 16 menit 42 detik dengan elongasi 4 derajat 24 menit 44 detik dan lama hilal di atas ufuk 8 Menit 59 detik. Sementara ijtima (konjungsi) terjadi pada Jumat Legi, 11 September 2026 pukul 10:26:19 WIB.
Adapun letak Matahari terbenam 4 derajat 23 menit 43 detik utara titik barat, sedangkan letak hilal berada pada posisi 1 derajat 40 menit 53 detik utara titik barat. Sementara kedudukan hilal 2 derajat 42 menit 50 detik selatan Matahari dan keadaan hilal miring ke selatan.
Data di atas menunjukkan hilal sudah berada di atas ufuk, tetapi belum memenuhi kriteria imkanurrukyah. Pasalnya, tinggi hilal belum melebihi 3 derajat dan elongasi kurang dari 6,4 derajat.
Titik markaz data hisab hasil perhitungan Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU) adalah Gedung PBNU Jl Kramat Raya Jakarta Pusat dengan koordinat 6Āŗ 11ā 25ā LS 106Āŗ 50ā 50ā BT. Perhitungan ini dilakukan berdasarkan perhitungan metode ilmu falak (sistem hisab) jamaāi atau tahqiqy tadqiky ashri kontemporer khas Nahdlatul Ulama.
Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga merilis data perhitungan hilal 1 Rabiul Akhir 1448 H dalam Informasi Prakiraan Hilal Saat Matahari Terbenam Tanggal 11 dan 12 September 2026 M (Penentu Awal Bulan Rabiul Akhir 1448 H).
Dalam informasi itu, dijelaskan bahwa konjungsi terjadi pada Jumat, 11 September 2026 M, pukul 3.26.49 UT atau Jumat, 11 September 2026 M, pukul 10.26.49 WIB atau Jumat, 11 September 2026 M, pukul Ā 11.26.49 WITA atau Jumat, 11 September 2026 M, pukul 12.26.49 WIT, yaitu saat nilai bujur ekliptika Ā Matahari dan Bulan tepat sama 168.43 derajat.
Di wilayah Indonesia, pada tanggal 11 September 2026, waktu Matahari terbenam paling awal adalah pukul 17.35.47 WIT di Merauke, Papua dan waktu Matahari terbenam paling akhir adalah pukul 18.40.33 WIB di Sabang, Aceh. Sementara pada tanggal 12 September 2026, waktu Matahari terbenam paling awal adalah pukul 17.35.39 WIT di Merauke, Papua dan waktu Matahari terbenam paling akhir adalah pukul 18.40.2 WIB di Sabang, Aceh.Ā
Adapun ketinggian Hilal di Indonesia saat Matahari terbenam pada 11 September 2026, berkisar antara 0.56 derajat di Jayapura, Papua sampai dengan 1.73 derajat di Pelabuhan Ratu, Jawa Barat. Sementara ketinggian Hilal di Indonesia saat Matahari terbenam pada 12 September 2026, berkisar antara 10.86 derajat
di Melonguane, Sulawesi Utara sampai dengan 13.19 derajat di Parigi, Jawa Barat.
Sementara itu, besaran elongasi geosentris di Indonesia saat Matahari terbenam pada 11 September 2026, berkisar antara 3.34 derajat di Merauke, Papua sampai dengan 4.83 derajat di Sabang, Aceh. Sementara elongasi geosentris di Indonesia saat Matahari terbenam pada 12 September 2026, berkisar antara 15.56 derajat di Merauke, Papua sampai dengan 17.14 derajat di Sabang, Aceh.
Data BMKG juga menunjukkan umur Bulan di Indonesia saat Matahari terbenam pada pada 11 September 2026, berkisar antara Ā 5.15 jam di Merauke, Papua sampai dengan 8.23 jam di Sabang, Aceh. Sementara Umur Bulan diIndonesia saat Matahari terbenam pada 12 September 2026, berkisar antara 29.15 jam di Merauke, Papua sampai dengan 32.22 jam di Sabang, Aceh.
Adapun lama hilal saat Matahari terbenam pada 11 September 2026, berkisar antara 3.86 menit di Jayapura, Papua sampai dengan 9.4 menit di Pelabuhan Ratu, Jawa Barat. Sementara lama hilal di Indonesia saat Matahari terbenam pada 12 September 2026, berkisar antara 48.19 menit di Melonguane, Sulawesi Utara sampai dengan 58.45 menit di Baa, Nusa Tenggara Timur.
Terpopuler
1
KH Miftachul Akhyar: Muktamar Ke-35 Jadi Pelajaran NU untuk Berani Keluar dari Kebiasaan
2
Khutbah Jumat: Beberapa Amalan yang Pahalanya Terus Mengalir Setelah Kematian
3
Khutbah Jumat: Hati Merasa Jauh dari Allah, Apa yang Harus Dilakukan?
4
Khutbah Istisqa: Saat Kekeringan Melanda Saatnya Muhasabah dan Berbenah Diri
5
Khutbah Jumat: Musim Kemarau dan Anjuran Hemat Air dalam Islam
6
Jadi Ketua Umum PBNU, Gus Kikin Komitmen Tak Lupakan PWNU Jatim
Terkini
Lihat Semua