Istikmal, PBNU Ikhbarkan Awal Rabiul Akhir 1444 H Kamis, 27 Oktober 2022
NU Online Ā· Selasa, 25 Oktober 2022 | 20:00 WIB
Muhammad Syakir NF
Penulis
Jakarta, NU Online
Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU) mengikhbarkan 1 Rabiul Akhir 1444 H jatuh pada Kamis Legi (mulai malam Kamis) 27 Oktober 2022 Miladiyah.
Hal ini didasarkan atas posisi hilal sebagaimana dalam perhitungan delapan metode ilmu falak secara qath'iy, pada Selasa, 29 Rabiul Awal 1444 H atau bertepatan dengan 25 Oktober 2022 M yang masih berada di bawah ufuk di seluruh Indonesia.
āBerdasarkan minimal lima metode ilmu falak qathāiy, maka pada Selasa Wage 29 Rabiāul Akhir 1444 H/25 Oktober 2022 M hilal tidak ada di atas ufuk pada saat ghurub di seluruh Indonesia,ā kata KH Sirril Wafa, Ketua LF PBNU, pada Selasa (25/10/2022), melalui Surat Pengumuman Nomor 035/LFāPBNU/X/2022.
āSebagai tindak lanjutnya maka awal bulan Rabiāul Akhir 1444 H bertepatan dengan Kamis Legi 27 Oktober 2022 M (mulai malam Kamis) atas dasar istikmal,ā lanjut bunyi pengumuman itu.
LF PBNU meminta LF di Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) dan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) se-Indonesia untuk menyebarkan informasi ini.
āJajaran Lembaga Falakiyah PWNU dan PCNU seāIndonesia diharapkan bertindak aktif untuk menyebarluaskan pengumuman awal bulan Rabiul Akhir 1444 H ini kepada warga Nahdlatul Ulama khususnya jajaran pengurus di wilayah / cabangnya masingāmasing,ā lanjutnya.
Hilal tanggal 29 Rabiul Awal 1444 H masih berada di bawah ufuk, yakni tepatnya ā0 derajat 52 menit 59 detik, dengan markaz Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, koordinat 6Āŗ 11ā 25ā LS 106Āŗ 50ā 50ā BT. Sementara konjungsi atau ijtimak bulan terjadi pada Selasa Wage 25 Oktober 2022 pukul 17:48:36 WIB.
Sementara itu, letak matahari terbenam berada pada posisi 12 derajat 19 menit 17 detik selatan titik barat sedangkan letak hilal pada posisi 11 derajat 16 menit 54 detik selatan titik barat.
Berdasarkan metode falak yang sama pula, maka diketahui parameter hilal terkecil terjadi di Kota Merauke Provinsi Papua dengan tinggi hilal marāi ā2 derajat 22 menit. Sementara parameter hilal terbesar terjadi di Kota Lhoknga Provinsi Aceh dengan tinggi hilal marāi -0 derajat 29 menit.
Dari data tersebut, dapat diketahui, bahwa hilal awal bulan Rabiul Akhir 1444 H ini belum memenuhi kriteria Imkanurrukyah (kemungkinan hilal dapat terlihat) yang ditetapkan Menteri-menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS), yakni tinggi hilal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat. Sementara waktu konjungsi atau ijtimak juga kurang dari 15 jam dari waktu terbenam matahari.
Dua hal itu, belum terpenuhinya Imkanurrukyah dan konjungsi kurang dari 15 jam dari matahari terbenam, berarti hilal tidak mungkin dapat terlihat.
Pewarta: Syakir NF
Editor: Musthofa Asrori
Terpopuler
1
Menhan Sebut Seluruh Kabupaten di Jawa Akan Dikawal Batalyon Teritorial pada 2026
2
Prabowo Ungkap Alasan Gaji Guru dan ASN Masih Kecil: Kekayaan RI Banyak Lari ke Luar Negeri
3
Ambruknya Rupiah Dinilai Tekan Rakyat Kecil, DPR Soroti Harga Kebutuhan Pokok
4
Tiga Jurnalis Indonesia Bersama Aktivis Ditangkap Israel, Dewan Pers Minta Pemerintah Bertindak
5
Prabowo Heran Ekonomi Tumbuh 5 Persen Tetapi Kemiskinan dan Penurunan Kelas Menengah Terus Terjadi
6
PBNU Targetkan 61.000 Ranting di Seluruh Indonesia Terhubung Sistem Digdaya NU
Terkini
Lihat Semua