Demonstrasi Turki dan Otoritarianisme Erdogan Cegah Kemunculan Rival Populer
Ahad, 30 Maret 2025 | 17:45 WIB
Muhammad Syakir NF
Penulis
Jakarta, NU Online
Recep Tayip Erdogan diduga menggunakan tangan besinya untuk menghentikan langkah rival paling populernya saat ini, Ekrem Imamoglu, maju dalam kontestasi Pilpres mendatang. Pasalnya, Imamoglu bukan saja dipenjarakan dengan ragam tuduhan kriminal, mulai korupsi hingga hubungan dengan jejaring terorisme, tetapi juga dicabut ijazah sarjananya.
Dosen Sosiologi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Bernando J Sujibto melihat bahwa otoritarianisme Erdogan semakin kentara setelah percobaan kudeta yang gagal pada tahun 2016 lalu. Sebab, Erdogan saat itu menggunakan state emergency dan ia dapat melakukan apa saja demi ‘menyelamatkan negara’. Sejumlah media bukan sekadar ditekan, tetapi diambil alih.
"(Media di) Turki itu ditekan kemudian diambil alih karena waktu itu mereka menggunakan yang namanya state emergency. Jadi state emergency itu kalau secara eksekusi mereka kan bisa apa saja, pemerintah itu,” katanya kepada NU Online pada Sabtu (29/3/2025).
“Nah itu dipakai dulu setelah percobaan kudeta. Awalnya 3 bulan. Ditambah lagi 3 bulan. Ditambah lagi beberapa bulan sampai tahunan itu,” lanjut alumnus Universitas Selcuk, Turki itu.
Lebih lanjut, Bernando menjelaskan bahwa penangkapan Ekrem Imamoglu adalah kelanjutan dari otoritarianisme yang sudah berlangsung tersebut. Sebab, langkah-langkahnya dalam menghentikan langkah oposisi dan membungkam rakyat itu lebih lengkap.
Hal tersebut dilakukan karena jika dibiarkan, mereka bakal kalah dalam pemilu di masa yang akan datang. Mereka melihat adanya ancaman dari rival terkuatnya itu dan dari partai oposisi yang juga banyak menang dalam Pilkada, sedang AKP juga banyak kalah dan suaranya mengempis. Politik di Turki akan menemui masa transisi mengingat kepercayaan publik terhadap Erdogan sudah semakin hilang.
“Saya berkeyakinan akan kalah karena dari banyak pengalaman, Erdogan sudah tidak punya kekuatan lagi, kepercayaan publik juga sudah hilang, bahkan di internal para para AKB sendiri. Para simpatisan partainya sendiri itu sudah enggak, istilahnya terlalu lama dan juga Turki sekarang dihantam oleh situasi ekonomi yang sedemikian hebat begini,” ujarnya.
Oleh karena itu, Bernando melihat bahwa penangkapan Ekrem Imamoglu tersebut juga bakal menguatkan perubahan peta politik Turki. Partai AKP yang dipimpin Erdogan bakal tidak lagi mendapat suara mayoritas. Jika Ekrem ini lepas, mungkin ia bisa naik menjadi presiden.
“Namun jika Ekrem ini dengan cara Erdogan tetap berada di penjara dan kemudian tidak bisa ngapa-ngapain, ya sudah artinya orang-orang Erogan yang nanti akan berkontestasi,” ujarnya.
Ada kemungkinan Erdogan akan memilih orangnya sendiri untuk dijadikan calon ke depan, seperti Hakan Fidan, Menteri Luar Negeri Turki saat ini, misalnya. Tidak banyak tokoh yang muncul juga, katanya, mengingat Erdogan yang terlalu sentral. Atau bahkan, ia juga menduga ada kemungkinan anak Erdogan sendiri, yakni Bilal, yang dipilih. “Ketika terlena dengan satu tokoh sentralistik macam Erdogan yang lain itu mati biasanya. Itu banyak kejadian kayak gitu,” kata penulis buku Erdoganisme: Kebangkitan, Krisis, dan Pergulatannya itu.
Selain itu, politik Turki ke depan semakin parah karena konflik yang kian terbuka. Hal ini disebabkan karena kekuatan kontrol yang hilang. Erdogan pada mulanya cocok karena memimpin dengan komitmen keagamaan, selain ketokohannya. Erdogan dalam 30 tahun terakhir itu mampu menggeser dan juga mampu membawa Islam itu ke praktik publik.
“Jadi kalau misalkan memang nanti ternyata Ekrem yang kemudian menggunakan cara-cara sekuler terlalu berlebihan ya itu juga akan tidak bagus sebenarnya makanya saya lihat potensi konflik itu jadi secara politik gitu ya terus kemudian secara secara sosial kebudayaan ekonomi masyarakat ini juga akan tidak gampang Turki ke depan untuk kehidupan situasi sekarang dalam kondisi krisis,” katanya.
Terpopuler
1
8 Amalan Sunnah yang Dianjurkan pada Hari Raya Idul Fitri
2
Niat Puasa Syawal Lengkap dengan Latin dan Terjemahnya
3
Niat Puasa Qadha bagi yang Batal atau Meninggalkannya di Bulan Ramadhan
4
Meninjau Posko Mudik Banser di Bantul Yogyakarta, Ini Fasilitas dan Layanan untuk Pemudik
5
573 Posko Mudik Banser Siaga 24 Jam Amankan Perjalanan Pemudik ke Kampung Halaman
6
Hukum Dahulukan Puasa Syawal Ketimbang Qadha Puasa Ramadhan
Terkini
Lihat Semua