JPZIS NU Hadirkan Dai Penggerak di Yayasan Anak Nagari untuk Ajarkan Mengaji Selama Ramadhan
NU Online · Ahad, 1 Maret 2026 | 12:00 WIB
Jakarta, NU Online
Jaringan Pengelola Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (JPZIS NU), menghadirkan program Dai Penggerak Nusantara di Yayasan Anak Nagari, Jakarta Utara, selama 16 hari dalam penyelenggaraan Pesantren Ramadhan 1447 H.
Pengelola Yayasan Anak Nagari, Nursariyati, mengaku program tersebut sangat membantu, terutama dalam menghadirkan tenaga pengajar mengaji dengan latar belakang pendidikan pesantren.
"Karena selama ini kan kesulitan nih, kita tuh mau cari guru ngaji yang punya basic pondok. Ketika ditawarkan bantuan dai penggerak, itu seperti diberi solusi atas masalah yang sudah lama kami hadapi,” ujarnya kepada NU Online saat ditemui di Penjaringan, Jakarta Utara, Sabtu (28/2/2026).
Menurutnya, Yayasan Anak Nagari yang dikelola bersifat sosial dan tidak memungut biaya sepeser pun, baik untuk kegiatan sekolah seperti Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), maupun mengaji.
Karena itu, dukungan dalam bentuk penyediaan dai dan bantuan operasional program menjadi faktor penting keberlangsungan bagi yayasan.
Nur mengaku bahwa kehadiran guru ngaji dengan kompetensi yang jelas, berdampak pada peningkatan kualitas pembelajaran anak.
“Saya kemarin testimoni nih empat hari kepada anak-anak pengajiannya gimana, rasanya mengaji di sini senang banget karena gurunya asik dan ngajinya jadi benar mulai dari bacaan hingga tajwidnya," tambah Nur.
Selain itu, menurutnya, kegiatan yang disertai pemberian takjil sederhana setelah mengaji dapat meningkatkan semangat anak.
“Tujuannya untuk memotivasi anak, sebenarnya saya sedikit mencontek teman-teman dari kalangan lain, wah bisa nih semacam reward," imbuhnya.
Nur berharap, sinergi dengan JPZIS NU tidak berhenti pada bulan Ramadhan saja, mengingat minimnya pembinaan keagamaan bagi anak-anak dan remaja di wilayah tersebut.
Sementara itu, Dai Penggerak Nusantara yang ditugaskan melalui JPZIS NU, Muhammad Berryl Choliq Ar Rohman, mengaku mendapat pengalaman berharga.
Ia menilai anak-anak tetap semangat belajar meski lingkungan kurang mendukung pembinaan agama. Berryl mengajarkan Iqra’, rukun Islam, Iman, tauhid, hingga praktik wudhu sesuai materi yang sudah disiapkan oleh yayasan.
“Saya mendapatkan rasa semangat dari mereka, selama proses kegiatan ngaji selalu antusias,” ujarnya.
Berryl mengakui terdapat tantangan selama membersamai mereka. Beberapa anak, termasuk yang berusia di atas 12 tahun, masih belum memahami dasar cara membaca Iqra’ dengan benar sehingga materi harus diulang secara perlahan.
Senada, salah seorang peserta kegiatan, Anissa Nuryani menuturkan bahwa ia merasa sangat senang bisa mengikuti kegiatan tersebut. Remaja yang bertempat tinggal di Jalan Ekor Kuning, Pakin ini, berharap dengan bekal rajin belajar dapat membuatnya semakin lancar mengaji serta membantunya mencapai niatnya untuk menghafal Al-Qur'an.
“Saya senang sekali, harapannya biar makin lancar ngajinya, dan juga ada niat untuk bisa menghafal juz Al-Qur'an,” pungkasnya.
Kontributor: Nisfatul Laila
Terpopuler
1
Keluar Mani yang Tidak dan Membatalkan Puasa
2
Khutbah Jumat: Ramadhan dan Kesempatan yang Tidak Selalu Terulang
3
Khutbah Jumat: Ramadhan, Melatih Sabar, Memperkuat Syukur
4
Khutbah Jumat: Tiga Kebahagiaan Orang Puasa
5
Kultum Ramadhan: Keutamaan Tarawih dan Witir
6
Khutbah Jumat: 4 Cara Menghidupkan Malam Ramadhan dengan Ibadah
Terkini
Lihat Semua