Kang Said, Mengapa Konflik Timur Tengah Berkepanjangan?
NU Online · Jumat, 10 Januari 2014 | 08:40 WIB
Rembang, NU Online
Mengapa konflik, perang saudara, dan saling bunuh antar sesama muslim di kawasan Timur Tengah terus terjadi dan tidak kunjung reda? Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Said Aqil Siroj punya jawabannya.<>
Kang Said menyampaikan jawaban pertanyaan itu di hadapan kaum Nahdliyin dalam haul keluarga besar KH Bisri Musthofa Leteh Rembang, Selasa malam (8/1). Menurut Kang Said, konflik berkepanjangan di Timur Tengah disebabkan tidak ada organisasi kemasyarakatan (Ormas) yang menjadi penengah.
“Ente itu gampang perang karena tidak punya ormas. Yang ada hanya tentara, pemerintah, dan partai politik, serta berbagai suku. Sehingga, jika terjadi konflik, akan memicu perang yang berkepanjangan,” kata Kang Said menirukan ucapannya sendiri kepada orang Arab.
Keberadaan jamiyah Nahdlatul Ulama (NU) dan beberapa organisasi Islam di Indonesia menjadi kekuatan tersendiri dalam hal menjaga kerukunan bangsa yang mempunyai banyak suku bangsa dan beragam agama serta kepercayaan.
Menurut Kiai Said Aqil, Mesir yang mempunyai universitas Al Azhar dan punya banyak ulama yang hebat, misalnya, tidak mampu menjadi penengah konflik yang melanda. Mengapa? Lagi-lagi karena di sana tidak mempunyai organisasi massa besar yang mampu menjaga kerukunan di sana. (Ahmad Asmu’i/Anam)
Terpopuler
1
Hukum Mengambil Air Masjid untuk Kebutuhan Warga Saat Kekeringan, Bolehkah?
2
KH Miftachul Akhyar: Muktamar Ke-35 Jadi Pelajaran NU untuk Berani Keluar dari Kebiasaan
3
Membaca Ulang Fiqih Pajak: Agenda yang Tersisa dari Muktamar Ke-35 NU
4
Hukum Suami Memanggil Istri dengan Sebutan Mamah atau Ummi
5
Presiden Prabowo Tiba di India untuk Hadiri KTT Ke-18 BRICS
6
GP Ansor Jatim Desak Pemerintah Tertibkan Sound Horeg dan Kecam Penghinaan terhadap Ulama
Terkini
Lihat Semua