Katib Aam PBNU: Doakan Indonesia Bebas dari Korupsi saat Wukuf di Arafah
NU Online · Senin, 2 Juni 2025 | 17:00 WIB
Patoni
Penulis
Makkah, NU Online
Doa saat wukuf di Arafah menjadi kesempatan berharga bagi jamaah haji Indonesia untuk memanjatkan doa bagi kebaikan bangsa dan negara di samping berdoa untuk pribadi dan keluarga.
Hubungan hamba dengan Allah yang tanpa perantara saat wukuf di Arafah dipandang penting oleh Katib Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Akhmad Said Asrori bagi jamaah haji untuk mendoakan Indonesia.
Apalagi, menurutnya, Indonesia seolah tidak bisa terlepas dari kejahatan korupsi hingga saat ini. Dengan begitu, hal tersebut terus berimbas pada kehidupan sosial masyarakat yang timpang.
"Doakan Indonesia segera terhapus dari korupsi. Ini (salah satu) yang penting," ujar Kiai Akhmad Said Asrori, Ahad (1/6/2025) di Makkah, Arab Saudi.
Lebih lanjut, ia mengajak jamaah haji juga untuk mendoakan pemimpin-pemimpin dan pejabat-pejabat Indonesia selalu mendapatkan petunjuk dan diberi pertolongan oleh Allah untuk memimpin Indonesia dengan baik dan jujur.
"Ini penting sekali. Yang korupsi segera bertobat," ujar Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thullab, Tempuran, Magelang, Jawa Tengah.
Ia juga berharap, Indonesia diberi keselamatan oleh Allah. Rakyatnya diberi kemakmuran, diberi kecukupan, ketenteraman, dan keamanan.
"Karena doa di Arafah itu, Tidak ada aling-aling, tidak ada hijab. Semua doa orang yang wukuf, pada saat wukuf nanti, dikabulkan semua," ujar Kiai Akhmad Said Asrori.
Baca Juga
Doa Wukuf di Arafah
Indonesia kembali menyumbang jumlah jamaah haji terbanyak sedunia yaitu 203.320 orang. Mereka akan mulai didorong ke Arafah pada 4 Juni 2025 atau 8 Dzulhijjah 1446.
Kondisi Kota Suci Makkah saat ini sudah disterilkan oleh aparat Arab Saudi untuk menyiapkan rangkaian puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Operasional bus shalawat juga dihentikan sementara hingga prosesi puncak haji selesai.
Kiai Said Asrori juga menyampaikan pesan kepada seluruh jamaah haji warga NU (Nahdliyin) di Makkah. Menurutnya, Nahdliyin harus menjaga kebahagiaan selama menjalani proses haji apapun yang terjadi. "Menjaga psikis. Harus bahagia, senang, jangan khawatir, jangan takut," ujarnya.
Karena, menurutnya, kebahagiaan adalah modal untuk membangun kesehatan jasmani dan rohani. Energi yang keluar dari rasa bahagia akan menjadi energi yang positif.
Ia juga menekankan untuk jamaah haji Nahdliyin untuk menjaga kebersamaan di antara seluruh jamaah haji. Tidak perlu ada perdebatan apalagi pertengkaran.
"Salah satu amal yang baik di Tanah Suci ialah ada keinginan untuk menolong yang lain," ujar Kiai Akhmad Said Asrori.
Terpopuler
1
PBNU Terima Kasih kepada Ploso, Minta Doa Kiai Huda untuk Munas-Konbes 2026
2
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Gubernur BI Siapkan Dua Langkah Penguatan
3
Imbas Rupiah Melemah, Menkeu Sebut Pedagang Tahu dan Tempe Mulai Tertekan
4
Kasus Suap Izin Tinggal WNA, Citra Indonesia Tercoreng di Mata Dunia
5
NU Abad Kedua: Masihkah Kita Berani Berpikir Melampaui Diri Sendiri?
6
Kiai Azaim Harap Kekerasan di Pesantren Masuk Materi Munas-Konbes hingga Muktamar ke-35 NU
Terkini
Lihat Semua