Kawal UU Desa, Tim Kerja PBNU Siapkan Desa Percontohan
NU Online · Jumat, 9 Januari 2015 | 04:51 WIB
Jakarta, NU Online
Tim kerja yang dibentuk oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) untuk pemberdayaan masyarakat desa menyiapkan percontohan pendampingan desa di beberapa kabupaten dan provinsi se-Indonesia. Tim ini diketuai oleh Yahya Maksum, Ketua Pengurus Pusat Lakpesdam NU.<>
“Dengan adanya percontohan itu, kita akan mempunyai pengalaman bagaimana melakukan pendampingan dan advokasi sebagai bahan rekomendasi PBNU kepada pemerintah,” kata Yahya Maksum.
Tim Kerja PBNU ini dibentuk untuk mengawal implementasi dari Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa. Mantan Ketua Pansus RUU Desa Ahmad Muqowam menjadi slah satu penasihat tim kerja ini.
Rabu (7/1) kemarin, tim kerja ini mengadakan rapat lanjutan di kantor PBNU untuk mematangkan berbagai program. Menurut Yahya, tim kerja bertugas membantu PBNU dalam melaksanakan program bersar pemberdayaan masyarakat, khususnya warga NU yang lebih banyak terkonsentrasi di desa-desa.
“Kita membantu PBNU dalam memberdayakan masyaraka desa, khususnya warga Nahdliyin. Titik tekannya adalah bagaimana meningkatkan kapasistas warga. PBNU ingin memastikan bahwa pelaksanaan Undang Undang Desa benar-benar untuk pemberdayaan masyarakat,” katanya.
Ditambahkan, tim kerja PBNU juga ingin memastikan bahwa implementasi UU Desa ini berbeda dengan program-program sebelumnya yang diprogramkan dari atas. Tim kerja juga mengantisipasi berbagai dapak negatif dari implementasi UU ini bagi pemerintah desa. “Jangan sampai ada warga kita yang tersangkut persoalan hukum,” kata Yahya.(*)
Ilustrasi: Aktifitas masyarkat desa http://elislupis.blogspot.com/ (Red: Anam)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Menyambut Dzulhijjah dengan Semangat Beribadah
2
Khutbah Jumat: Sejarah dan Keutamaan Hari Jumat sebagai Sayyidul Ayyam
3
LF PBNU Rilis Data Hilal Awal Dzulhijjah 1447 H, Idul Adha Berpotensi 27 Mei 2026
4
Rentetan Pembubaran Nobar Film 'Pesta Babi' Picu Kritik dan Perdebatan Publik
5
Khutbah Jumat: Jangan Iri Hati Ketika Orang Lain Lebih Sukses
6
MK Sebut Jakarta Masih Berstatus Ibu Kota Negara, Lalu IKN?
Terkini
Lihat Semua