Kelola Keharmonian, Malaysia Punya 5 Rukun Negara Mirip Pancasila
NU Online · Senin, 7 Agustus 2023 | 15:00 WIB
Tokoh Agama Islam dari Malaysia Muhammad Shamsuri bin Ghazali dalam Forum ASEAN Intercultural and Interreligious Dialogue Conference (IIDC) 2023 di Hotel Ritz-Carlton Jakarta, Senin (7/8/2023). (Foto: NU Online/Suwitno)
Aru Lego Triono
Penulis
Jakarta, NU Online
Tokoh Agama Islam dari Malaysia Muhammad Shamsuri bin Ghazali menyampaikan bahwa di negaranya itu terdapat penduduk yang berbeda bangsa, agama, dan sosial-budaya.
Untuk mengelola keharmonian antar-warga, Malaysia memiliki lima rukun warga yang mirip dengan Pancasila di Indonesia. Ia pun dengan lancar membacakan tiap-tiap sila yang ada dalam Pancasila. Lalu menyebutkan lima rukun warga yang ada di negaranya.
"Dalam mewujudkan atau memastikan masyarakat berbilang bangsa, agama, dan sosial budaya ini hidup dengan damai dan rukun, maka rukun negara diperkenalkan ada lima. Seperti juga Indonesia, ada Pancasila," kata Shamsuri di dalam Forum ASEAN Intercultural and Interreligious Dialogue Conference (IIDC) 2023 di Hotel Ritz-Carlton Jakarta, Senin (7/8/2023).
Berikut 5 rukun negara yang ada di Malaysia sebagaimana yang disebutkan oleh Shamsuri:
- Kepercayaan kepada Tuhan
- Kesetiaan kepada raja dan negara
- Keluruhan perlembagaan
- Kedaulatan undang-undang
- Kesopanan dan kesusilaan
Shamsuri kemudian menyampaikan data bahwa saat ini, Malaysia didiami oleh 33,4 juta penduduk. Dari total populasi itu, masyarakat Islam di Malaysia sebanyak 61,32 persen, penganut Buddha 19,84 persen, Kristiani 9,24 persen, Hindu 6,27 persen, dan Konghucu atau Tao 1,26 persen.
"Inilah wajah negara Malaysia. Toleransi hidup beragama ini seperti Indonesia telah subur diamalkan dalam segenap peringkat usia, ada tua muda, belia. Toleransi ini adalah satu semangat yang coba atau yang telah dibudayakan sebaiknya oleh pemimpin dan masyarakat Indonesia," tutur Shamsuri.
Ia mengatakan, menciptakan hidup yang harmoni cukup mudah tetapi untuk mempertahankannya pasti akan selalu ada rintangan.
Menurut Shamsuri, Forum ASEAN IIDC 2023 yang ia terlibat di dalamnya ini menjadi satu harapan besar yang perlu disambut baik oleh segenap orang.
"Usaha-usaha inilah merupakan satu tugas yang murni dari pihak pemerintah untuk kita mewajah (menampilkan) ASEAN yang sejahtera dalam bingkai keharmonian," katanya.
Ia mengajak para pemimpin agama ASEAN untuk bersama-sama memelihara toleransi beragama agar mampu melayari bahtera dunia yang lebih luas terbentang.
"Jangan kita biarkan ada organisasi atau individu yang coba untuk menggugat keharmonian yang telah ada di ASEAN ini. Insyaallah melalui acara yang telah diagendakan NU ini, satu forum cukup baik untuk kita terus memugar semangat toleransi beragama di negara-negara ASEAN," pungkas Shamsuri.
Terpopuler
1
Pengumuman Hasil Seleksi Berkas Beasiswa Al-Azhar Mesir 2026, Cek Daftar Namanya di Sini
2
Muktamar Ilmu Pengetahuan 2026 di UIN Sunan Kudus Perkuat Konsolidasi Ilmuwan NU untuk Transformasi Sosial
3
Prediksi Cuaca 26 Juni-2 Juli 2026: Kemarau Makin Terasa, Dinamika Atmosfer Picu Hujan di Sebagian Daerah
4
Pemadaman Listrik dan Pergeseran Tanggung Jawab Negara atas Barang Publik
5
Gempa Magnetudo 5,6 Guncang Pacitan, Terasa hingga Yogyakarta
6
Festival Adat Budaya Nusantara, Lebih dari 100 Raja dan Sultan Sedunia Bakal Kumpul di Salatiga
Terkini
Lihat Semua