Kemenag Siapkan Fasilitator dan Modul Pesantren Ramah Anak
NU Online · Rabu, 13 Mei 2026 | 09:00 WIB
Peningkatan Kapasitas Fasilitator Pesantren Ramah Anak pada Pesantren diadakan Kemenag di Jakarta, Selasa (12/5/2026). (Foto: Kemenag)
Suci Amaliyah
Kontributor
Jakarta, NU Online
Kementerian Agama RI terus mematangkan langkah menciptakan lingkungan pendidikan Islam yang aman dan inklusif salah satunya dengan menyiapkan Fasilitator Pesantren Ramah Anak.
Hal ini ditegaskan Sekertaris Jenderal Kemenag Kamaruddin Amin dalam kegiatan Peningkatan Kapasitas Fasilitator Pesantren Ramah Anak pada Pesantren di Jakarta, Selasa (12/5/2026).
Sekertaris Jenderal Kemenag, Kamaruddin Amin menegaskan bahwa pesantren ramah anak bukan sekadar pemenuhan fasilitas bersifat fisik, melainkan menciptakan kondisi yang dibangun oleh orang-orang di dalamnya.
"Pesantren ramah anak lahir dari lingkungan yang aman, hangat, dan penuh keteladanan. Sebagai fasilitator, kita harus memiliki kapabilitas yang baik untuk menjadi teladan bagi tenaga kependidikan di lingkungan pesantren," ungkap Kamaruddin, Selasa (12/5/2026).
Menurutnya, kegiatan semacam ini akan terus dilakukan secara berkala untuk memastikan pesantren menjadi ekosistem pendidikan yang tidak hanya mengejar keunggulan intelektual, tetapi juga menjunjung tinggi martabat kemanusiaan.
Kemenag ingin memastikan bahwa setiap santri mendapatkan perlindungan penuh selama menuntut ilmu. "Semoga ikhtiar ini memperkuat komitmen bersama dalam menghadirkan ruang pendidikan yang melindungi, mendidik, dan menumbuhkan generasi dengan baik," imbuhnya.
Kementerian Agama terus mengupayakan yang terbaik untuk memperluas praktik baik ini melalui penguatan regulasi, peningkatan kapasitas pengasuh pesantren, serta pengembangan panduan nasional pesantren ramah anak.
"Pesantren diharapkan menjadi ruang tumbuh yang aman, sehat, dan bermartabat bagi seluruh santri Indonesia," jelasnya.
Kamaruddin berharap, dengan penguatan kapasitas ini, pesantren benar-benar menjadi rumah kedua bagi santri. Sebuah tempat di mana kasih sayang menjadi fondasi proses belajar mengajar.
"Pesantren harus menjadi rumah kedua yang penuh kasih sayang, tempat tumbuhnya generasi yang cerdas secara spiritual, intelektual, dan emosional," tegas Sekjen.
Santri Dapat Materi Pendidikan Ramah Anak dalam Orientasi
Selain itu, santri juga akan mendapat materi baru dalam orientasi Masa Ta’aruf 2026 yakni pemahaman tentang materi pendidikan ramah anak.
Direktur Pesantren Kementerian Agama, Basnang Said, menambahkan bahwa orientasi santri harus menjadi ruang pengenalan nilai, tradisi, dan kultur pesantren yang aman serta membangun karakter santri secara bermartabat.
"Pesantren memiliki tradisi luhur dalam mendidik akhlak dan membentuk karakter. Karena itu, masa ta’aruf santri harus diarahkan menjadi proses pendidikan yang menggembirakan, mendidik, dan bebas dari praktik kekerasan maupun perundungan,” ujar Basnang.
Penyusunan modul ini, sambung Basnang, merupakan bagian dari komitmen Direktorat Pesantren dalam memperkuat implementasi Pesantren Ramah Anak di berbagai daerah.
Terpopuler
1
Innalillahi, Pengasuh Pesantren Tambakberas KH M Fadlullah Malik Wafat, Sosoknya Dikenal Organisatoris
2
PBNU Tetapkan Panitia Munas-Konbes dan Muktamar Ke-35 NU
3
Wapres Gibran Ajak Santri Teladani Mbah Wahab, Gerakkan Persatuan
4
Rentetan Pembubaran Nobar Film 'Pesta Babi' Picu Kritik dan Perdebatan Publik
5
Kunuzur Rohman Karya Katib Syuriyah PBNU Gus Awis Menyingkap Pesan Al-Qur’an untuk Kehidupan Modern
6
Soroti Penilaian Juri LCC di Kalbar, KPAI: Mental dan Kepentingan Anak Harus Diutamakan dalam Kompetisi
Terkini
Lihat Semua