Kemenhaj Pastikan Konflik di Timur Tengah Tak Pengaruhi Penyelenggaraan Ibadah Haji 2026
NU Online · Selasa, 3 Maret 2026 | 20:09 WIB
Suci Amaliyah
Kontributor
Tangerang, NU Online
Konflik di kawasan Timur Tengah menjelang musim haji tahun 2026 menjadi perhatian pemerintah. Kementerian Haji (Kemenhaj) memastikan persiapan penyelenggaraan ibadah haji tahun ini masih berjalan sesuai rencana.
Kepastian ini disampaikan Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak saat Konsolidasi Perhajian dan Umrah di Grand El Hajj, Cipondoh, Kota Tangerang, Banten, Selasa (3/3/2026).
"Tidak ada kendala. Sampai hari ini persiapan penyelenggaraan haji berjalan dengan lancar. Belum ada dampak-dampak yang dirasakan terhadap persiapan penyelenggaraan haji,”ujar Dahnil.
Ia menyebut proses persiapan penyelenggaraan haji bahkan telah mencapai sekitar 95 persen. Angka tersebut meliputi akomodasi, transportasi, hingga konsumsi. Pembayaran-pembayaran lain, seperti Armuzna pun, sudah rampung.
Tahapan yang tersisa saat ini adalah proses pengelompokan jamaah atau yang dikenal dalam istilah perhajian sebagai grouping atau pengkloteran jamaah calon haji.
"Tahun ini penyelenggaraannya lebih cepat. Sekitar 95 persen sudah beres persiapannya, tinggal grouping saja. Grouping itu artinya jamaah dikelompokkan dalam kloter-kloter," tuturnya.
Dahnil menjelaskan pengelompokan tersebut merupakan tahapan teknis untuk memastikan pembagian jamaah dalam kelompok terbang (kloter) berjalan sesuai dengan jadwal keberangkatan dan kesiapan layanan di Tanah Suci.
Saat ini pemerintah terus memantau perkembangan situasi di Timur Tengah dan berkoordinasi dengan otoritas terkait, guna memastikan penyelenggaraan haji bisa dilaksanakan dengan aman.
"Kami terus memonitor perkembangan situasi. Namun sampai hari ini, persiapan haji Indonesia tidak mengalami hambatan,” bebernya.
Namun demikian, ia meminta masyarakat Indonesia yang berencana melaksanakan ibadah umrah untuk menunda keberangkatan sementara waktu.
Permintaan tersebut disampaikan seiring masih berlanjutnya konflik di kawasan Timur Tengah yang berpotensi mempengaruhi aspek keamanan dan kenyamanan jemaah.
Kementerian Haji dan Umrah terus berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri terkait dengan jamaah umrah yang beribadah di Tanah Suci maupun yang akan berangkat ke Arab Saudi.
"Kami ingin menyampaikan mengimbau kepada seluruh jamaah yang akan berangkat untuk menunda keberangkatan sementara sampai dengan kondisivitas itu benar-benar hadir di Timur Tengah," imbuhnya.
Terpopuler
1
Panduan Shalat Gerhana Bulan Petang Ini, Mulai Niat hingga Salam
2
Gerhana Bulan Total Bakal Terlihat di Seluruh Indonesia pada Selasa 3 Maret 2026, Dianjurkan Shalat Khusuf
3
PBNU Instruksikan Qunut Nazilah Respons Agresi Israel-AS ke Iran
4
Gus Yahya Sebut Kepergian Ketum Fatayat Margaret adalah Kehilangan Besar bagi Keluarga NU
5
Ali Khamenei Wafat dalam Serangan Israel-Amerika
6
Innalillahi, Ketum Fatayat NU Margaret Aliyatul Maimunah Wafat
Terkini
Lihat Semua