Jakarta, NU Online
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj menyatakan kehilangannya atas wafatnya Mustasyar PBNU KH Saifuddin Amsir.
"Kita kehilangan seorang alim dari betawi yang betul-betul mujahid berjuang mempertahankan akidah Ahlussunnah wal Jamaah," katanya usai menghadiri peluncuran buku Nasionalisme Kaum Sarungan karya Sekretaris Jenderal PBNU H Helmy Faisal Zaini di Gedung PBNU lantai 8, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, Kamis (19/7).
Selain berdoa agar almarhum di sisi-Nya, Kiai Said mengingatkan masyarakat Muslim dan Nahdliyin agar dapat meneladani kealiman sosok yang aktif di berbagai majelis taklim dan kampus itu.
"Kealimannya itu, keilmuannya yang sangat dalam," katanya saat ditanya tentang keteladanan Kiai Saifuddin yang harus ditiru masyarakat.
Pendapatnya ini didasarkan pada almarhum yang selalu membaca kitab kuning. Keilmuannya itu, katanya, yang harus kita warisi. Sebab, menurut Kiai Said, kalau sudah semakin tidak ada orang yang ahli kitab kuning, itu berbahaya.
Senada dengan Kiai Said, KH Abdur Rasyid Abdullah Syafii juga menyebut Kiai Saifuddin Amsir sebagai seorang mujahid. "Beliau insyallah termasuk seorang yang mujahid, seorang yang berjuang di bidang menyebarkan ilmu yang merupakaan warisan Nabi Muhammad," katanya saat ditemui NU Online usai pengistirahatan almarhum di Jalan Budi Harapan, Cipinang Melayu, Jakarta Timur, Kamis (19/7) siang.
Kewafatan beliau tentu menghentak dirinya. Sebab, selain belajar di pondok yang didirikan oleh ayahnya, Abuya Saifuddin juga mengajar bertahun-tahun di almamaternya.
"Jadi, wafatnya beliau membuat umat Islam di Jakarta bahkan di Indonesia berduka cita," katanya.
Oleh besannya, kata Kiai Abdur Rasyid, diakui bahwa ulama Betawi kelahiran 62 tahun lalu itu merupakan salah satu al-ulama waratsatul anbiya.
Oleh karena itu, ia meminta kepada seluruh Muslim untuk mendoakan mudah-mudahan keluarga dan muridnya diberikan kesabaran atas musibah tersebut. Hal yang tak kalah penting juga menurutnya adalah mengikuti pesan dan nasihatnya.
"Melaksasnakan terus pesan-pesan dan amanah dari beliau Abuya KH Muhammad Saifuddin Amsir," ujarnya.
Tak berbeda dengan pernyataan Kiai Said dan Kiai Abdur Rasyid, Rais Syuriyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Daerah Khusus Ibukota Jakarta KH Mahfudz Asirun juga menyatakan bahwa keilmuan Kiai Saifuddin sangat luas.
"Ketika dia mengajar itu ilmunya luas sekali sehingga beberapa baris yang ia baca, komentarnya banyak," ujarnya di tempat yang sama.
Oleh karenanya, Kiai Mahfudz meminta agar Kiai Saifuddin perlu dijadikan rujukan. "Jadikan beliau salah satu rujukan," pungkasnya. (Syakir NF/Ibnu Nawawi)