Lakpesdam PBNU Soroti Pentingnya Peran Pemerintah Desa dan Puspaga untuk Tangani Perkawinan Anak
NU Online · Jumat, 14 November 2025 | 12:00 WIB
Program Officer INKLUSI Lakpesdam PBNU saat menjadi penanggap dalam kegiatan Talkshow dan Diseminasi: Peran Keluarga dan Puspaga dalam Pencegahan P2GP (Sunat Perempuan) dan Perkawinan Anak, di Hotel Vertu Harmoni Jakarta, pada Rabu (12/11/2025). (Foto: dok. Lakpesdam PBNU)
Nidlomatum MR
Kontributor
Jakarta, NU Online
Dua Program Officer (PO) INKLUSI Lakpesdam PBNU, Nuraini Nura dan Ulfatun Hasanah, menghadiri kegiatan Talkshow dan Diseminasi: Peran Keluarga dan Puspaga dalam Pencegahan P2GP (Sunat Perempuan) dan Perkawinan Anak — Membangun Generasi Sehat dan Setara yang diselenggarakan oleh Deputi Bidang Pemenuhan Hak Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) bekerja sama dengan UNICEF di Hotel Vertu Harmoni Jakarta, pada Rabu (12/11/2025).
Seluruh peserta diwajibkan membawa surat tugas instansi dan mengisi tautan konfirmasi kehadiran yang telah disediakan.
Forum ini bertujuan memperkuat upaya pencegahan Pemotongan dan Perlukaan Genetalia Perempuan (P2GP) dan Perkawinan Anak melalui penguatan peran keluarga serta layanan Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga).
Kementerian PPPA menekankan pentingnya sinergi lintas lembaga untuk memastikan pemenuhan hak anak dapat berjalan secara komprehensif.
Dalam kegiatan itu, Nuraini Nura hadir sebagai penanggap dan menyoroti pentingnya peran pemerintah desa dan Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) dalam menangani isu perkawinan anak, terutama yang tidak tercatat secara hukum.
“Desa memiliki peranan penting untuk pencatatan, penjangkauan dan pendampingan. Perkawinan anak yang tidak tercatat membutuhkan intervensi berlapis. Puspaga memiliki peranan penting untuk pendampingan keluarga dalam pemenuhan layanan dasar, baik kesehatan, pendidikan, maupun administrasi kependudukan,” ujar Nuraini.
Sementara itu, Ulfatun Hasanah hadir sebagai tamu undangan mewakili program INKLUSI Lakpesdam PBNU. Ia menegaskan komitmen Lakpesdam PBNU untuk terus berkolaborasi dengan pemerintah dan mitra internasional dalam menguatkan ekosistem perlindungan anak berbasis keluarga, komunitas, dan nilai keagamaan.
Melalui kehadiran ini, Lakpesdam PBNU kembali menegaskan peran strategisnya dalam memperkuat kapasitas masyarakat dan lembaga layanan dalam mencegah praktik berisiko dan memastikan pemenuhan hak anak secara inklusif dan berkeadilan.
Terpopuler
1
Pemerintah Tetapkan Idul Adha 1447 H Jatuh 27 Mei 2026
2
Tim Hisab Rukyat: Hilal Awal Dzulhijjah 1447 H Penuhi Kriteria MABIMS, Idul Adha Diperkirakan 27 Mei 2026
3
Hilal Terlihat, PBNU: Idul Adha 1447 H Rabu, 27 Mei 2026
4
Ambruknya Rupiah Dinilai Tekan Rakyat Kecil, DPR Soroti Harga Kebutuhan Pokok
5
Menhan Sebut Seluruh Kabupaten di Jawa Akan Dikawal Batalyon Teritorial pada 2026
6
Rupiah Terus Melemah, Anggota DPR Minta Gubernur BI Mundur dari Jabatan
Terkini
Lihat Semua