Lesbumi Tak Sepakat Film Seri “Abad Kejayaan” Dihentikan
NU Online · Jumat, 23 Januari 2015 | 15:02 WIB
Jakarta, NU Online
Lembaga Seni Budaya Muslim Indonesia tidak sepakat dengan tuntutan penghentian film seri “Abad Kejayaan” yang ditayangkan di salah satu stasiun televise swasta nasional di Indonesia.<>
“Kita bisa memahami sikap dan protes pihak tertentu yang merasa keberatan atas beberapa adegan film itu. Namun kalau dihentikan itu berarti menghentikan proses kreatif dan momentum dialog mengenai sejarah dan tokoh-tokoh Islam,” kata Ketua Lesbumi Al-Zastrouw Ngatawi, di kantor PBNU Jakarta, Jum’at (23/1).
Dalam diskusi soal kontroversi film “Abad Kejayaan: Antara Fiksi, Agama, dan Sejarah”, Zastrouw mengatakan, penayangan film “Abad Kejayaan” dapat membangkitkan ghiroh dan spirit keislaman.
Untuk menghindari kesalahpahaman masyarakat, ia mengingatkan pihak stasiun TV yang menyiarkan film besutan Turki itu untuk memberikan penjeasan yang memadai bahwa itu adalah film fiksi yang berlatarbelakang sejarah, bukan film dokumenter yang menjadi rujukan sejarah.
Rais Syuriyah PBNU KH Masdar Farid Mas’udi dalam diskusi itu mengatakan, film-film berlatarbelakang agama memang sering memicu kontroversi. Namun ia mengingatkan bahwa menyikapi film berbeda dengan membaca teks suci.
Anggota Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Danang Sangga Buana mengatakan, pihaknya telah menerima banyak pengaduan dari masyarakat dan telah memberikan teguran pertama kepada stasiun TV swarta yang menyiarkan film itu.
Seperti diwartakan, film “Abad Kejayaan” itu memicu kontroversi terkait beberapa adegan yang mengeksploitasi wanita dan kehidupan privasi sultan. Setelah mendapatkan kritik dan teguran, film itu yang sebelumnya berjudul “King Suleiman” itu telah berubah judul dengan beberapa perbaikan dan ditayangkan lebih malam. (A. Khoirul Anam)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Menyambut Dzulhijjah dengan Semangat Beribadah
2
Khutbah Jumat: Sejarah dan Keutamaan Hari Jumat sebagai Sayyidul Ayyam
3
LF PBNU Rilis Data Hilal Awal Dzulhijjah 1447 H, Idul Adha Berpotensi 27 Mei 2026
4
Rentetan Pembubaran Nobar Film 'Pesta Babi' Picu Kritik dan Perdebatan Publik
5
Khutbah Jumat: Jangan Iri Hati Ketika Orang Lain Lebih Sukses
6
MK Sebut Jakarta Masih Berstatus Ibu Kota Negara, Lalu IKN?
Terkini
Lihat Semua