Liga Santri Nusantara 2019 Fokus Tingkatkan Kualitas
NU Online · Sabtu, 14 September 2019 | 05:00 WIB
Ketua Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdalatul Ulama KH Abdul Ghafar Rozin menegaskan, memasuki tahun kelima penyelenggaraan Liga Santri Nusantara (LSN) akan fokus dalam meningkatkan kualitasnya, baik kualitas penyelenggaraan, maupun kualitas pemain, yaitu para santri.
“Mekanismenya kita atur bersama dan kita patuhi bersama dimulai dengan definisi siapa santri itu, itulah mereka yang ikut,” katanya pada pembukaan Bimbingan Teknis Liga Santri Nusantara di Hotel Lumire, Senen, Jakarta, Kamis, (12/9).
Dengan demikian, tahun ini bisa jadi tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, golnya tidak sebanding dengan pemain di usia sama di kompetisi tingkat nasional lain, apalagi internasional. Namun yang terpenting adalah menggali bakat-bakat sepak bola dari pesantren.
“Kemenangan bukan satu-satunya tujuan. Yang lebih penting adalah proses penjaringan. Tentu lebih lama dan capek, tapi hasilnya akan terlihat dalam jangka panjang,” jelasnya.
Di tahun kelima ini pula, menurut kiai yang akrab disapa Gus Rozin ini, kompetisi dilaksanakan dengan mandiri, tanpa anggaran dari pemerintah. Oleh karena itu, ia mengajak agar panitia nasional, daerah, koordinator region agar mampu menggali dana dengan melibatkan banyak pihak.
Lebih lanjut Gus Rozin bersyukur, meski tanpa anggaran pemerintah, ternyata semangat pesantren di berbagai provinsi masih tetap besar. Terbukti, jika tahun sebelumnya terdapat 32 region, tahun ini masih bisa menyisakan 28 region.
“Kami tidak menyangka bahwa ada 28 region yang siap berkompetisi, mulanya paling hanya sekitar 10, 12, 16, 18 sebanyak-banyaknya,” katanya.
Sementara Direktur Kompetisi Liga Santri Nusantara M. Kusnaerni mengatakan, pada tahun ini penyelenggaraan kompetisi seharusnye masuk ada fase konsep yang lebih ajeg.
Editor: Fathoni Ahmad
Terpopuler
1
Khutbah Idul Fitri: Menjaga Fitrah Setelah Ramadhan Berlalu
2
Khutbah Jumat: Istiqamah Pasca-Ramadhan, Tanda Diterimanya Amalan
3
Muslim Arab dan Eropa Rayakan Idul Fitri 1447 H pada Hari Jumat, 20 Maret 2026
4
Khutbah Jumat: Anjuran Membaca Takbir Malam Idul Fitri
5
Khutbah Idul Fitri Bahasa Arab 2026: Jadilah Hamba Sejati, Bukan Hamba Musiman: Konsistensi dalam Ketaatan Setelah Ramadhan
6
Khutbah Idul Fitri: Hari Kemenangan untuk Kebebasan Masyarakat Sipil
Terkini
Lihat Semua