Lindungi Masjid dari Pihak-pihak Penyebar Permusuhan
NU Online · Rabu, 10 September 2014 | 09:44 WIB
Makassar, NU Online
Ketua Pengurus Pusat Lembaga Takmir Masjid Nahdlatul Ulama (LTM-NU) KH Abdul Manan A Ghani mengingatkan para imam, khotib dan taâmir masjid, untuk melindungi masjid dari pihak-pihak yang menyebarkan fitnah dan permusuhan, serta memecah belah umat.<>
"Sudah saatnya para imam dan khatib memfungsikan masjidnya sebagai pemersatu bangsa dan melindunginya dari pihak-pihak yang suka memfitnah dan memecah belah umat," ujarnya dalam kegiatan pelatihan kader penggerak (muharrik) masjid di Makassar, Selasa (9/9).
Ia menegaskan, sejak zaman Nabi Muhammad SAW, para Sahabat, Tabi'in, Tabi'it Tabi'in, hingga para ulama penerus dakwah Islam, masjid adalah cikal-bakal peradaban dan menjadi pusat gerakan. Di dalamnya, masjid mengelola seluruh aspek kehidupan masyarakat.
"Masjid harus digerakkan sebagai penyambung-tangan rahmat Allah yang diinginkan oleh umat Islam," katanya.
Kegiatan yang diikuti 150 peserta itu bekerjasama dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme dengan tema "ToT Anti Radikal Terorisme kepada Imam Masjid dan Khotib". Kali ini untuk wilayah Sulawesi Selatan di Makassar diselanggarakan pada Senin-Rabu, 08-10 September 2014.
Selain dari unsur NU, peserta ToT berasal dari beberapa unsur pemerintah dan organisasi kemasyarakatan. Peserta unsur pemerintah antara lain dari Kemenag dan Kesbangpol Sulawesi Selatan, BKPRMI, DDI, Muhammadiyah, dan DMI Wilayah Sulawesi Selatan.
Kegiatan tersebut juga menghadirkan motivator KH Mansur Syaerozi yang juga Wakil Ketua PP LTM-NU. Katanya, untuk menangkal berbagai paham radikal, masyarakat perlu disibukkan dengan berbagai kegiatan positif yang jelas dan maslahat untuk diri dan lingkungannya. Dalam hal ini masjid bisa dijadikan sebagai pusat berbagai kegiatan. (Red: Anam)
Terpopuler
1
Muktamar ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus 2026, Penentuan Tuan Rumah Gunakan Empat Kriteria
2
KH Nurul Huda Djazuli: Saya Cinta NU, Saya Tak Ingin Melihat Pengurus Bertengkar, NU dan Pesantren Harus Menguatkan
3
Seruan 13 Kiai Sepuh tentang AHWA Jelang Pembukaan Munas dan Konbes NU 2026
4
Rais Aam PBNU Kembali Gunakan Bahasa Arab dalam Khutbah Iftitah Munas-Konbes NU 2026
5
Ketum PBNU: Barokah Kiai Sepuh, Munas dan Konbes NU di Ploso Berjalan Sukses
6
Sidang Pleno II Munas-Konbes, Ketum PBNU Sebut Pelatihan Kader NU Jadi Fondasi Meritokrasi
Terkini
Lihat Semua