LKKNU Kembangkan Keluarga Shaleh dan Shalehah
NU Online Ā· Rabu, 23 Desember 2015 | 06:10 WIB
Jakarta, NU Online
Saat ini, setiap keluarga ingin memiliki anak yang shaleh dan shalehah karena merekalah yang nantinya bisa berbuat baik dan mendoakan keluarga. Sayangnya, para orang tua sendiri tidak mau berefleksi bagaimana mereka bisa menjadi ayah yang shaleh dan ibu yang shalehah.
<>
Demikian dikatakan oleh Ketua LKKNU Ida Fauziyah di gedung PBNU, Rabu (23/12).
āKita harus bisa menjadi orang tua yang shaleh dan shalehah agar mampu menghasilkan anak yang shaleh dan shalehah,ā kata Anggota DPR RI ini.
Ia menjelaskan, permasalahan keluarga saat ini semakin kompleks dengan semakin tingginya tingkat perceraian yang tentu berdampak buruk, terutama bagi perempuan dan anak-anak. Dalam menciptakan keluarga yang shaleh dan shalehah ini, maka LKKNU menyebutnya sebagai keluarga maslahah, yang sejahtera secara lahir yaitu tercukupinya berbagai kebutuhan fisik dan secara batin yaitu terjalinnya hubungan yang harmonis diantara seluruh anggota keluarga.Ā
Kepala BKKBN Widya Chandra yang hadir dalam acara tersebut menjelaskan tentang masalah perkawinan diri yang masih banyak terjadi di berbagai wilayah Indonesia. Pada perkawinan diri, risiko perceraian lebih tinggi dibandingkan dengan perkawinan yang dilakukan pada usia yang sudah matang.Ā
Menurutnya, untuk mengurangi terjadinya perkawinan diri ini, pemerintah harus menyediakan akses pendidikan.
āKalau ngak sekolah lagi, mereka mau ngapain?ā tanyanya. (Mukafi Niam)
Terpopuler
1
Khutbah Idul Adha 1447 H: Kurban dan Indahnya Berbagi untuk Sesama
2
Qadha Puasa Ramadhan di Hari Tarwiyah dan Arafah, Tetap Dapat Pahala Puasa Sunnah?
3
Lafal Niat Puasa Tarwiyah Malam Ini dan Keutamaan Melaksanakannya
4
Sumatra Blackout: Dari Aceh hingga Lampung, Aktivitas Warga Lumpuh
5
NU Care LAZISNU Perkuat Program Ekonomi UMKM di Pringsewu Lampung
6
Alih Fungsi Lahan hingga Konflik Agraria Membayangi 10 Tahun Perjanjian Paris di Pulau Jawa
Terkini
Lihat Semua