Ma'had Aly Sa'idusshiddiqiyah Jakarta Wisuda 62 Mahasantri
Kamis, 27 Februari 2025 | 11:00 WIB
Jakarta, NU Online
Ma'had Aly Sa'iidusshiddiqiyah Jakarta menggelar wisuda ke-2 di Pesantren Asshiddiqiyah Jakarta, Kedoya Utara, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, pada Rabu (26/2/2025). Sebanyak 62 mahasantri resmi diwisuda dalam acara tersebut.
Pengasuh Pesantren Asshiddiqiyah Jakarta KH Ahmad Mahrus Iskandar, dalam sambutannya menyampaikan harapannya agar para wisudawan dapat berkontribusi di tengah masyarakat sesuai dengan bidang keahlian masing-masing.
"Sebagaimana cita-cita pendiri Pesantren Asshiddiqiyah Jakarta, saya berharap para wisudawan mampu berkiprah di masyarakat dan membawa manfaat bagi umat," ujarnya.
Dia juga menegaskan bahwa momen wisuda bukanlah akhir dari perjalanan intelektual, melainkan awal dari langkah baru dalam menapaki kehidupan, baik di bidang pendidikan, dunia kerja, maupun sektor lainnya.
"Ilmu yang kalian peroleh bukanlah akhir dari segalanya, tetapi menjadi bekal awal untuk mencapai target hidup selanjutnya," tambahnya.
Sementara itu, Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama RI KH Basnang Said menegaskan, Ma'had Aly merupakan lembaga pendidikan asli produk Indonesia karena lahir dari rahim pesantren.
"Sejak abad ke-14, jauh sebelum Indonesia merdeka, pesantren sudah berdiri di negeri ini," katanya saat mengisi sambutan.
Acara ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh, di antaranya Pengasuh Pesantren Asshiddiqiyah Jakarta KH Ahmad Mahrus Iskandar, Mudir Ma'had Aly Sa'iidusshiddiqiyah KH Nur Salikin, Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama RI KH Basnang Said, Pimpinan Baznas RI KH Achmad Sudrajat, serta Ketua Dewan Masyayikh sekaligus Rais Syuriah PBNU 2010-2021 KH Mujib Qolyubi. Selain itu, para wisudawan beserta wali mahasantri juga hadir untuk menyaksikan prosesi sakral ini.
Dalam kesempatan ini, Ma'had Aly juga mengadakan pameran puluhan buku karya mahasantri. Buku-buku tersebut merupakan hasil karya yang ditulis sebagai tugas akhir saat kuliah. Jadi, sebelum karya-karya tersebut diterbitkan, terlebih dahulu diuji di hadapan sejumlah penguji hingga dinyatakan layak dan lulus.
Sesuai dengan konsentrasi para mahasantri, Tarikh al-Islam wa Tsaqafatuh (Sejarah dan Peradaban Islam), buku-buku yang dipamerkan bertema sejarah Islam, baik dalam konteks Indonesia maupun Islam global.
Dalam konteks Islam Indonesia, terdapat buku yang membahas sejarah tokoh-tokoh pesantren seperti Kiai Nur Rohmat, ulama perempuan, situs bersejarah, sejarah pesantren, dan lain sebagainya.
Sementara itu, dalam konteks Islam global, terdapat buku yang mengangkat sejarah Islam di Andalusia, sejarah Islam klasik pada periode kenabian (sirah nabawiyah), dan lain-lain.
Menariknya, buku-buku yang ditulis mengangkat tema yang beragam. Dalam penulisan sirah nabawiyah, misalnya, ada buku berjudul Public Speaking Ala Rasulullah yang membahas model retorika Nabi, Sirah Nabawiyah dalam Tanya Jawab yang menyajikan metode pembelajaran sejarah Nabi secara lebih praktis, Rahasia Keagungan Nabi yang mengulas nilai-nilai moral dalam kehidupan Rasulullah, dan sebagainya.
Selain itu, terdapat pula buku-buku hasil terjemahan dari kitab-kitab sejarah berbahasa Arab, mulai dari era klasik hingga modern.
Terpopuler
1
Gara-gara Dirut Pertamina Oplos Pertalite Jadi Pertamax, Bagaimana Dampaknya bagi Mesin Kendaraan?
2
Amal Baik Sebelum Puasa: Saling Memaafkan dan Bahagia Menyambut Ramadhan
3
Doa Awal Ramadhan yang Diajarkan Rasulullah
4
Potensi Perbedaan Awal Ramadhan 1446 H
5
Melihat Lebih Dalam Kriteria Hilal NU dan Muhammadiyah
6
Analisis Prakiraan 1 Ramadhan 1446 H
Terkini
Lihat Semua