Ma'ruf Amin: Pancasila dan Islam Tidak Dikotomis
NU Online · Rabu, 27 Maret 2013 | 03:04 WIB
Jakarta, NU Online
Mustasyar PBNU KH Ma’ruf Amin menegaskan, Pancasila dan Islam adalah dua hal yang tak perlu dipertentangkan. Keduanya sama-sama menjadi komitmen umat Islam Tanah Air yang harus dipegang, bukan didikotomikan.
<>
Pandangan ini disampaikan Ma’ruf saat menaggapi Rancangan Undang-Undang tentang Organisasi Masyarakat (RUU Ormas) usai acara bedah buku biografinya di Auditorium Langen Palikrama Kantor Pegadaian, Jalan Kramat Raya Nomor 162, Selasa (26/3) petang.
”Itu kan ada dua hal yang tidak mungkin kita melepaskan darinya. Satu, Pancasila sebagai bangsa, yang kedua Islam sebagai agama,” kata pengurus NU yang juga ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini.
Ma’ruf mengakui, meskipun hubungan Pancasila dan Islam tak bertentangan, tetap perlu penjabaran yang lebih lanjut tentang titik temu keduanya. ”Nanti akan kita cari rumusannya, Islam sebagai apa, Pancasila sebagai apa,” ujarnya.
Menurut dia, RUU Ormas yang kini sedang digodok DPR masih butuh penyempurnaan. Baginya, yang paling prinsip adalah undang-undang ormas nanti tidak represif dan tidak pula terlalu liberal.
”Kita tidak terlalu rigid (kaku) lah soal ini. Baik Islam maupun Pancasila pokoknya harus disatukan menjadi satu bangunan,” pungkasnya.
Penulis: Mahbib Khoiron
Terpopuler
1
Ini Jadwal Lengkap Agenda Muktamar ke-35 NU di Tambakberas Jombang
2
KH Ma’ruf Amin: Calon Ketua Umum PBNU Harus Punya Kapasitas Manajerial dan Teknokratis
3
Data Terkini Gempa NTT: 87 Meninggal Dunia, 1.298 Luka-Luka, dan 150 Ribu Warga Mengungsi
4
Muktamar NU: Absennya Tema Besar dan Agenda Kerakyatan
5
Muktamar Ke-35 NU Dibuka Kamis 27 Agustus Pukul 15.00 WIB oleh Presiden Prabowo
6
Anjuran Merayakan Maulid Nabi Muhammad dan Dalil-Dalilnya
Terkini
Lihat Semua