Majelis Alumni IPNU: Momen Pembahasan RUU Pilkada Tak Tepat
NU Online · Senin, 22 September 2014 | 14:01 WIB
Kudus, NU Online
Ketua Umum Presedium Majelis Alumni IPNU H Hilmi Muhammadiyah menilai pembahasan tarik ulur RUU Pilkada oleh DPR waktunya tidak tepat.
<>
Hal itu mengemuka dalam diskusi âPilkada Langsung, Pilkada Tidak Langsung: Siapa Beruntung?â yang diadakan STAIN Kudus bekerja sama dengan Majelis Alumni IPNU Jawa Tengah di aula Rektorat lantai 3, Sabtu (20/9) siang.Â
Ketidaktepatan itu terkait hawa panas di gedung dewan antara kubu pendukung Pilkada Langsung dan Pilkada Tidak Langsung. âSaya menilai pembahasan RUU ini tidak tepat karena saya mencium aroma kekecewaan salah satu calon dalam Pilpres kemarin,â terangnya.Â
Idealnya, pembahasan RUU tersebut dilakukan 2019 mendatang, syaratnya dengan kejernihan berpikir. Hilmi juga menyayangkan DPR yang baru membahasnya saat ini. Padahal, Munas NU tahun 2012 di Kempek telah jelas membahas hal itu.Â
Hasil Munas waktu itu menyebutkan Pilgub, Pilwali, dan Pilbup oleh DPRD layak diberlakukan lagi. âHasil ini muncul lantaran keprihatinan konflik sosial dalam penyelenggaraan Pilkada Langsung,â jelasnya pada audien yang hadir.Â
Mestinya, sebelum Pilpres atau usai hasil Munas itu diputuskan DPR langsung tanggap. Jika tarik-menariknya baru sekarang, ia meyakini ada banyak kepentingan dibalik pembahasan RUU tersebut. (Syaiful Mustaqim/Mahbib)
Terpopuler
1
Muktamar ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus 2026, Penentuan Tuan Rumah Gunakan Empat Kriteria
2
KH Nurul Huda Djazuli: Saya Cinta NU, Saya Tak Ingin Melihat Pengurus Bertengkar, NU dan Pesantren Harus Menguatkan
3
Seruan 13 Kiai Sepuh tentang AHWA Jelang Pembukaan Munas dan Konbes NU 2026
4
Rais Aam PBNU Kembali Gunakan Bahasa Arab dalam Khutbah Iftitah Munas-Konbes NU 2026
5
Ketum PBNU: Barokah Kiai Sepuh, Munas dan Konbes NU di Ploso Berjalan Sukses
6
Sidang Pleno II Munas-Konbes, Ketum PBNU Sebut Pelatihan Kader NU Jadi Fondasi Meritokrasi
Terkini
Lihat Semua