Majelis Alumni IPPNU Luncurkan Gerakan Perempuan Membangun Negeri
NU Online · Jumat, 12 Juni 2026 | 19:00 WIB
Jakarta, NU Online
Majelis Alumni Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (MA IPPNU) meluncurkan Gerakan Perempuan Membangun Negeri. Gerakan ini dimunculkan dalam momentum pengukuhan kepengurusan baru di Jakarta, Kamis (11/6/2026).
Gerakan ini merupakan komitmen Majelis Alumni IPPNU untuk memperkuat peran perempuan dalam pembangunan Indonesia. Hal ini merupakan ikhtiar kolektif untuk melahirkan perempuan Indonesia yang merdeka dalam berpikir, mandiri dalam berkarya, visioner dalam memandang masa depan, hijau dalam menjaga bumi, dan peduli terhadap sesama.
“Ketika perempuan bergerak, keluarga akan kuat. Ketika keluarga kuat, masyarakat akan kuat. Ketika masyarakat kuat, bangsa akan kuat. Dan ketika alumni IPPNU bersatu, tidak ada kekuatan yang mampu menghentikan lahirnya kebaikan bagi negeri ini,” kata Siti Nur Azizah, Ketua MA IPPNU.
Gerakan ini dilakukan melalui lima agenda besar dalam mewujudkan cita-cita sebagaimana yang dimaksud di atas.
- Perempuan Merdeka Mendorong peningkatan akses pendidikan, penguatan kapasitas diri, dan kesempatan yang setara bagi perempuan agar mampu mengembangkan seluruh potensinya.
- erempuan Mandiri Memperkuat kemandirian ekonomi perempuan melalui koperasi, kewirausahaan, UMKM, ekonomi keluarga, serta memperluas akses terhadap lembaga ekonomi yang sehat dan berkeadilan.
- erempuan Visioner Mempersiapkan perempuan yang adaptif terhadap perubahan zaman, menguasai teknologi, berinovasi, serta mampu mengambil peran strategis dalam kepemimpinan dan pengambilan keputusan.
- Perempuan Hijau Menggerakkan perempuan sebagai pelopor pelestarian lingkungan hidup melalui pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan, ketahanan pangan keluarga, serta aksi nyata menghadapi perubahan iklim.
- Perempuan Peduli Membangun gerakan sosial yang memperkuat solidaritas, kepedulian terhadap kelompok rentan, penanggulangan bencana, dan penguatan persaudaraan di tengah masyarakat. Prof. Siti Nur Azizah juga mengajak seluruh keluarga besar Majelis Alumni IPPNU untuk mengakhiri berbagai perbedaan yang pernah terjadi dan fokus pada agenda besar organisasi dalam mengabdi kepada umat, memberdayakan perempuan, memperkuat ekonomi rakyat, dan membangun Indonesia.
Dalam kesempatan itu, Siti Nur Azizah menegaskan bahwa pelantikan bukan sekadar pergantian kepengurusan organisasi, melainkan momentum untuk memperkuat persaudaraan, memperbarui semangat pengabdian, serta menyatukan langkah menghadapi berbagai tantangan bangsa.
Menurutnya, alumni IPPNU merupakan bagian dari kekuatan sosial yang lahir dari tradisi keilmuan, kepemimpinan, dan pengabdian Nahdlatul Ulama yang memiliki tanggung jawab besar untuk terus hadir memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Menjadi alumni bukanlah akhir dari proses kaderisasi, melainkan awal dari fase pengabdian yang lebih luas. Alumni IPPNU harus menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan bangsa,” tegas Siti Nur Azizah.
Dalam pidatonya, Siti Nur Azizah menyoroti berbagai tantangan yang masih dihadapi Indonesia, mulai dari ketimpangan ekonomi, kemiskinan, hambatan terhadap pemberdayaan perempuan, hingga ancaman kerusakan lingkungan dan melemahnya solidaritas sosial.
Oleh karena itu, pembangunan nasional harus berorientasi pada keadilan, pemerataan kesempatan, kesejahteraan rakyat, dan keberlanjutan lingkungan.
Sebagai organisasi yang lahir dari rahim Nahdlatul Ulama, Majelis Alumni IPPNU meyakini bahwa perempuan memiliki posisi strategis sebagai subjek pembangunan, penggerak perubahan, penguat keluarga, pelaku ekonomi rakyat, serta penjaga nilai-nilai kemanusiaan.
Majelis Alumni IPPNU merupakan wadah berhimpunnya para alumni Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama yang berkomitmen melanjutkan semangat kaderisasi, pengabdian, pemberdayaan perempuan, penguatan ekonomi rakyat, pendidikan, kepemimpinan, serta pembangunan berkelanjutan untuk kemajuan Indonesia.
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Meneladani Hidup Rasulullah di Masa Ekonomi Sulit
2
Khutbah Jumat: Sebelum Memilih dan Memutuskan, Bertanyalah kepada Allah melalui Istikharah
3
Munas-Konbes NU 2026 di Ploso Bakal Dihadiri Lebih dari 500 Peserta dan Peninjau
4
Bahlil Janji BBM Subsidi Tak Naik hingga Akhir 2026, Pertamax Malah Melonjak Jadi Rp16.250 per Liter
5
Gus Ipul: Pembukaan Munas-Konbes NU 2026 di Bangkalan Masih Sebatas Usulan
6
Menjaga Marwah Pemilihan Pengurus NU: Catatan dari Sowan kepada KH Afifuddin Muhajir
Terkini
Lihat Semua